Kuartal I/2018, Kinerja Kimia Farma (KAEF) Tumbuh 20%

PT Kimia Farma (Persero) Tbk. mengklaim pendapatan dan laba bersih perseroan tumbuh 20% pada kuartal I/2018.
M. Nurhadi Pratomo | 19 April 2018 20:05 WIB
Dirut PT Kimia Farma Tbk Honesti Basyir (kedua kanan) dan CEO Marei Bin Mahfouz (MBM) Group Mahfoudz Bin Marei Bin Mahfouz (kedua kiri) menandatangani naskah kerja sama Shareholder Agreement yang disaksikan oleh Investor Lutfi Abdul Fattah Al Ghifari (kiri) dan Hasan Abdullah Jabarti di Jakarta, Senin (5/3/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com,JAKARTA — PT Kimia Farma (Persero) Tbk. mengklaim pendapatan dan laba bersih perseroan tumbuh 20% pada kuartal I/2018.

Direktur Utama Kimia Farma Honesti Basyir mengklaim kinerja perseroan pada kuartal I/2018 berada dalam tren positif. Menurutnya, pendapatan tumbuh 20% secara tahunan pada periode tersebut.Pertumbuhan serupa juga terjadi di laba usaha perseroan. Dengan demikian, laba bersih yang dikantongi juga tumbuh di kisaran 20%.

Saat ini, emiten berkode saham KAEF itu belum melaporkan kinerja keuangan kuartal I/2018. Akan tetapi, berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2017, perseroan mengantongi pendapatan Rp1,97 triliun dan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp23,01 miliar

Artinya, pendapatan KAEF pada kuartal I/2018 diperkirakan mencapai Rp2,36 triliun. Sementara itu, laba bersih diperkirakan senilai Rp27,61 miliar.

Di sisi lain, Honesti mengatakan perseroan telah melakukan penambahan gerai pada kuartal I/2018. Hal tersebut sejalan dengan rencana KAEF menambah 200 gerai pada 2018.“Pada kuartal I/2018 kami sudah menambah 10 gerai,” ujarnya di Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Direktur Keuangan Kimia Farma I.G.N Suharta Wijaya mengatakan pertumbuhan kinerja keuangan pada kuartal I/2018 memang di luar prediksi perseroan. Pasalnya, cenderung terjadi perlambatan pada periode tersebut.

Akan tetapi, sambungnya, sejumlah strategi yang dilakukan perseroan diklaim telah membuahkan hasil. Salah satunya dengan meningkatkan produksi di hulu atau pabrik.

“Mesin-mesin produksi sudah fit dibandingkan dengan tahun lalu,” jelasnya.

Selain peningkatan produksi di hulu, dia menyebut perseroan juga melakukan pembenahan strategi di gerai. Langkah yang ditempih dengan menggencarkan strategi pemasaran dan penjualan.

Pihaknya optimistis kinerja akan membaik seiring dengan pengembangan digital yang dilakukan perseroan. Saat ini, proses pembangunan infrastruktur digital terus bergulir berkolaborasi dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.

“Ternyata dengan strategi fine tuning outlet retail maka pendapatan kita terbang,” imbuhnya.

Dia menambahkan penjualan masih didominasi oleh produk obat reguler sampai dengan kuartal I/2018. Kondisi itu tidak jauh berbeda dengan pencapaian pada 2017.

Seperti diketahui, KAEF menargetkan pertumbuhan penjualan 10%-15%. Tahun lalu, perseroan membukukan penjualan Rp6,12 miliar pada tahun lalu. Pencapaian tersebut tumbuh 5,33% dibandingkan dengan 2016 Rp5,81 miliar.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kimia farma

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup