BEI Raih Sertifikat Sistem Manajemen Kelangsungan Bisnis ISO 22301:2012

Bursa Efek Indonesia berhasil meraih sertifikat Sistem Manajemen Kelangsungan Bisnis (Business Continuity Management System/BCMS) ISO 22301:2012 dari British Standards Institution (BSI).
Emanuel B. Caesario | 19 April 2018 12:30 WIB
BEI terima Sertifikat Sistem Manajemen Kelangsungan Bisnis ISO 22301:2012/ Bisnis - Emanuel B. Caesario


Bisnis.com, JAKARTA—PT Bursa Efek Indonesia berhasil meraih sertifikat Sistem Manajemen Kelangsungan Bisnis (Business Continuity Management System/BCMS) ISO 22301:2012 dari British Standards Institution (BSI).

BEI menjadi bursa efek pertama di Asia Pasifik dan yang kedua di dunia yang berhasil mendapatkan sertifikasi ini. Sertifikasi ISO 22301:2012 merupakan sebuah pengakuan bahwa BEI memiliki sistem manajemen kelangsungan bisnis yang efektif.

Sertifikat Sistem Manajemen Kelangsungan Bisnis ini diperoleh setelah BEI dinyatakan memenuhi persyaratan ISO 22301:2012 pada proses audit yang dilakukan oleh BSI pada bulan Maret 2018.

Dengan penerapan dan audit sertifikasi ISO 22301:2012 ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan dan kemampuan BEI dalam rangka memastikan berjalannya operasional sistem perdagangan dan dapat melanjutkan kembali bisnisnya dengan cepat apabila terjadi gangguan pada sistem bisnisnya.

Tito Sulistio, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, mengatakan bahwa sebagai bursa dan sekaligus perseroan, BEI harus menjamin keamanan informasi dan kemampuan infrastruktur BEI untuk tetap melanjutkan operasional utama dan pendukungnya bila terjadi kondisi yang tidak normal.

“Kebetulan, tiga bulan ini banyak ganjang-ganjing gangguan, tetapi alhamdullilah sampai saat ini kita bisa tetap melanjutkan operasinya dan terbukti hari ini kita dapat ISO22301,” katanya, Kamis (19/4/2018).

Tito mengatakan, sebagai satu-satunya bursa di Indonesia, BEI tidak dapat diperbandingkan dengan entitas lain di Indonesia. Oleh karena itu, untuk menjamin kualiltas BEI harus menggunakan standar internasional.

Adapun divisi-divisi di BEI yang tercakup ke dalam Sertifikat BCMS ISO 22301:2012 adalah Divisi Pengaturan dan Pemantauan Anggota Bursa, Operasional Perdagangan, Pendukung Perdagangan, Pengawasan Transaksi, Operasional Teknologi Informasi, Sekretaris Perusahaan, dan Komunikasi Perusahaan. Dua divisi lainnya adalah Divisi Umum dan Manajemen Risiko.

Di kesempatan yang sama, BEI juga mengumumkan kembali mendapatkan Sertifikat Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) ISO 27001:2013 untuk periode 2018 hingga 2021 dengan lingkup seluruh divisi di perusahaan (corporate wide) setelah dinyatakan memenuhi persyaratan ISO pada proses audit yang juga dilakukan oleh BSI pada Maret 2018.

Manfaat dari penerapan SMKI ISO 27001 bagi BEI yaitu memberikan keyakinan kepada para pelaku industri dan pemangku kepentingan dan memastikan bahwa BEI telah mengelola kemanan data dan informasi perusahaan dengan baik sesuai standar internasional.

Sertifikasi ISO 27001:2013 dan ISO 22301:2012 ini merupakan hasil komitmen dan kerja keras seluruh karyawan BEI dalam menjalankan program dan bisnis perusahaan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Selain kedua standar ISO tersebut, BEI juga telah menerapkan secara konsisten dan memiliki ISO 9001 untuk Sistem Manajemen Mutu yang didapat sejak tahun 2008.

Penerapan dan sertifikasi standar-standar internasional yang telah dilakukan oleh BEI diharapkan dapat menjadi contoh bagi para pelaku industri pasar modal dalam menjalankan proses bisnisnya, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat umum atau investor terhadap Pasar Modal.

Adanya sertifikasi ini bukan merupakan tujuan namun lebih merupakan dasar dari proses perbaikan dan kerja keras BEI di masa mendatang secara konsisten dalam mencapai tujuan perusahaan. Pencapaian ini merupakan kebanggaan dan penghargaan bagi seluruh karyawan BEI dalam mengimplementasikan standar ISO 27001:2013 dan ISO 22301:2012.

Tag : bursa efek indonesia
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top