Bursa Asia Menghijau, IHSG Menguat 0,32% di Akhir Sesi I

IHSG menguat 0,32% atau 19,97 poin ke level 6.305,73 di akhir sesi I, setelah dibuka dengan penguatan 0,27% atau 17,22 poin di level 6.302,98.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 18 April 2018  |  12:46 WIB
Bursa Asia Menghijau, IHSG Menguat 0,32% di Akhir Sesi I
Karyawan berjalan di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menguat pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (18/4/2018).

IHSG menguat 0,32% atau 19,97 poin ke level 6.305,73 di akhir sesi I, setelah dibuka dengan penguatan 0,27% atau 17,22 poin di level 6.302,98.

Pada perdagangan Selasa (17/4), IHSG ditutup berbalik melemah tipis 0,02% atau 0,99 poin ke level 6.285,98. Sebanyak 183 saham menguat, 151 saham melemah, dan 241 saham stagnan dari 575 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG menetap di zona hijau dengan dorongan utama dari sektor industri dasar yang menguat 1,28%, disusul sektor konsumer yang naik 0,67%.

Adapun sektor aneka industri dan tambang yang melemah masing-masing 0,93% dan 0,1% menjadi penekan IHSG di sesi I hari ini.

Indeks saham lainnya di Asia Tenggara bergerak mayoritas menguat siang ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (+1,57%), indeks FTSE Malay KLCI (-0,2%), indeks SE Thailand (+0,48%), dan indeks PSEi Filipina (-1,23%).

Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 1,36% dan Topix naik 1,03%. Adapun indeks Hang Seng menguat 0,66%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,79%.

Dilansir Bloomberg, bursa saham di Asia menguat, dibantu oleh awal yang menggembirakan pada musim laporan kinerja emiten di AS, sementara obligasi Tiongkok mengalami reli setelah bank sentral negara itu bergerak untuk mendukung likuiditas.

Dengan peningkatan pendapatan, fundamental perusahaan untuk saat ini membayangi intrik baru di lini perdagangan, di mana China membalas kebijakan AS terhadap ZTE Corp dengan pajak impor atas barang pertanian.

investor mendapat dorongan dari geopolitik, dengan Trump mengatakan bahwa AS dan Korea Utara telah memulai pembicaraan langsung dengan "tingkat yang sangat tinggi" sebelum pertemuan yang direncanakan antara para pemimpin kedua negara musim panas ini. 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top