Kuartal I, Agung Podomoro (APLN) Bukukan Marketing Sales Rp600 Miliar

Emiten properti PT Agung Podomoro Land Tbk. berhasil membukukan marketing sales sekitar Rp600 miliar pada kuartal pertama tahun ini, meningkat sekitar 100% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu.
Emanuel B. Caesario | 16 April 2018 15:43 WIB
/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten properti PT Agung Podomoro Land Tbk. berhasil membukukan marketing sales sekitar Rp600 miliar pada kuartal pertama tahun ini, meningkat sekitar 100% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu.

Wibisono, Investor Relation Agung Podomoro Land, mengatakan bahwa realisasi prapenjualan atau marketing sales sekitar Rp600 miliar tersebut merupakan kontribusi sepenuhnya dari penjualan rutin proyek properti perseroan.

Adapun, pada kuartal pertama tahun lalu, emiten dengan kode saham APLN ini sejatinya berhasil membukukan marketing sales senilai Rp1,7 triliun. Namun, sebesar Rp1,3 triliun di antaranya merupakan hasil dari penjualan lahan 216 hektare di Karawang, Jawa Barat, kepada China Fortune Land Development.

Alhasil, realisasi prapenjualan dari penjualan rutin proyek hunian dan apartemen pada kuartal pertama tahun lalu hanya sekitar Rp300 miliar.

“Jadi, kalau di luar penjualan lahan, marketing sales kami pada kuartal pertama tahun ini jauh lebih tinggi,” katanya, Senin (16/4/2018).

Meskipun masih kecil, Wibisono optimistis kinerja prapenjualan hingga akhir tahun dapat tetap tumbuh dibandingkan tahun lalu. Penjualan yang lebih besar diharapkan bisa diperoleh di sisa tahun ini.

Tahun ini, perseroan menargetkan marketing sales Rp4,9 triliun, relatif flat bila dibandingkan dengan capaian tahun lalu Rp5,07 triliun. Namun, perseroan mengestimasikan tahun ini tidak ada bulk sales lahan seperti tahun lalu.

Bila dikurangi bulk sales lahan, realisasi marketing sales tahun lalu adalah Rp3,6 triliun, sehingga target Rp4,9 triliun tahun ini lebih tinggi.

Cesar M. Dela Cruz, Direktur Independen Agung Podomoro Land, mengatkan bahwa sebagian unit yang tersedia di proyek-proyek perseroan yang tengah dijual telah diserap oleh beberapa pelanggan proyek reklamasi teluk Jakarta yang memilih menukar unit mereka di pulau reklamasi dengan proyek APLN lainnya.

Proyek yang paling banyak dipilih sebagai pengganti yakni Grand Madison di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Namun, menurutnya lebih banyak pelanggan perseroan di pulau reklamasi yang memilih untuk tetap bertahan menunggu kepastian kelanjutan dari proyek tersebut.

Adapun, proyek-proyek berjalan yang diandalkan APLN untuk menopang marketing salesnya yakni Superblok Podomoro City Deli di Medan, apatemen Orchad View di Batam, dan proyek Taruna City di Karawang.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
agung podomoro

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top