Pefindo Downgrade Peringkat Modernland Realty (MDLN) ke Level idA-

PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo menurunkan peringkat PT Modernland Realty Tbk. bersama surat utangnya yakni Obligasi berkelanjutan I/2015 Seri A senilai Rp600 miliar yang akan jatuh tempo pada 7 Juli 2018 dari idA menjadi idA-.
Emanuel B. Caesario | 15 April 2018 15:56 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo menurunkan peringkat PT Modernland Realty Tbk. bersama surat utangnya yakni Obligasi berkelanjutan I/2015 Seri A senilai Rp600 miliar yang akan jatuh tempo pada 7 Juli 2018 dari idA menjadi idA-.

Christyanto Wijaya, Analis Pefindo, mengatakan bahwa emiten dengan kode saham MDLN ini berencana melunasi obligasi tersebut menggunakan dana internal. Pada Desember 2017, perusahaan memiliki saldo kas dan setara kas sebesar Rp1 triliun.

Penurunan peringkat MDLN disebabkan oleh tingkat leverage keuangan dan perlindungan arus kas Perusahaan yang tidak membaik seperti yang diharapkan. Pefindo mencatat bahwa perusahaan tidak mencapai proyeksi pendapatan serta EBITDA yang disertai dengan tingkat utang yang lebih tinggi dari proyeksi pada 2017.

Pada 31 Desember 2017, perusahaan mempunyai rasio utang terhadap EBITDA dan rasio arus kas dari operasi terhadap utang masing-masing sebesar 3,4 kali dan 15,3%, relatif sama dengan kinerja perusahan pada periode 2015-2016.

“Walaupun terdapat sedikit perbaikan rasio arus kas dari operasi terhadap utang pada tahun lebih 2017, kami menilai bahwa tingkat leverage keuangan dan perlindungan arus kas perusahaan lebih lemah untuk kategori peringkat A,” katanya dalam laporan pemeringkatan yang dikutip Minggu (15/4/2018).

Pemeringkatan ini berlaku untuk periode 10 April 2018 hingga 1 April 2019. Sejalan dengan penurunan peringkat, Pefindo juga merevisi prospek untuk peringkat perusahaan menjadi stabil dari semula negatif.

Christyanto mengatakan, obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan dengan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.

Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi.

Tanda kurang (-) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan.

Peringkat tersebut mencerminkan cadangan lahan MDLN yang besar, kualitas aset yang baik, dan marjin profitabilitas yang baik. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh proteksi arus kas perusahaan yang lemah, konsentrasi proyek dan kurangnya recurring income, serta adanya risiko dari pengembangan proyek baru di lokasi baru.

Peringkat tersebut dapat dinaikkan jika perusahaan secara konsisten mencapai target marketing sales, pendapatan, serta EBITDA. Pencapaian tersebut juga harus disertai oleh tingkat leverage keuangan yang lebih konservatif yang ditandai oleh rasio utang terhadap EBITDA dibawah 2,75 kali secara berkelanjutan.

Namun, peringkat dapat diturunkan jika perusahaan membukukan marketing sales yang jauh dibawah proyeksi serta apabila progres pembangunan properti residential lebih lama dari perkiraan yang menyebabkan pengakuan pendapatan perusahaan tidak mencapai target.

Peringkat juga dapat berada dibawah tekanan apabila MDLN menambah jumlah utang lebih besar dari yang diproyeksikan, sehingga menyebabkan struktur permodalan menjadi lebih agresif yang ditandai oleh rasio utang terhadap EBITDA lebih besar dari 4,0 kali secara berkelanjutan.

Kegiatan MDLN meliputi pengembangan properti residential, kawasan industrial, dan eksposur kecil ke segmen perhotelan dan komersial. Proyek-proyek utama MDLN terletak di Cakung, Serang, dan Tangerang.

Pada tanggal 31 Desember 2017, pemegang saham MDLN adalah Woodside Global Venture Inc. dengan porsi 14,20%, AA Land Pte Ltd 9,58%, PT Panin Sekuritas Tbk. 7,37%, PT Honoris Corpindo Pratama 5,03% dan publik 63,82%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pefindo

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top