Rekomendasi Obligasi: Sentimen Eksternal Meningkat

MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Jumat (13/4/2018) harga surat utang negara atau SUN masih akan bergerak mengalami penurunan harga didukung oleh kenaikan imbal hasil surat utang global serta minimnya katalis penguatan nilai tukar rupiah.
Emanuel B. Caesario | 13 April 2018 10:28 WIB
Obligasi Ritel Indonesia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA--MNC Sekuritas memperkirakan pada perdagangan hari ini, Jumat (13/4/2018) harga surat utang negara atau SUN masih akan bergerak mengalami penurunan harga, didukung oleh kenaikan imbal hasil surat utang global serta minimnya katalis penguatan nilai tukar rupiah.

I Made Adi Saputra fixed income analyst MNC Sekuritas mengatakan bahwa sentimen lainnya yakni FOMC Minutes yang akan menaikkan suku bunga acuannya di tengah seluruh anggota melihat adanya kenaikan GDP serta inflasi.

"Adapun inflasi Amerika yang dirilis pada perdagangan kemarin mengalami kenaikan secara YoY juga akan menjadi katalis negatif pada perdagangan hari ini," katanya dalam riset harian, Jumat (13/4/2018).

Sejumlah seri yang direkomendasikan Made untuk ditransaksikan hari ini yakni seri : FR0069, FR0053, FR0073, FR0058, FR0074, FR0068, FR0072, dan FR0075.

Adapun, pada perdagangan kemarin, Kamis (12/4/2018) imbal hasil SUN bergerak dengan kecenderungan mengalami kenaikan di tengah kembali tertekannya nilai tukar rupiah jelang disampaikannya notulen Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika.

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika terjadi di tengah mata uang regional yang juga mengalami pelemahan.

Pelemahan mata uang didukung oleh disampaikannya FOMC Minutes, sementara itu kenaikan imbal hasil US Treasury juga menjadi katalis negatif pada perdagangan kemarin untuk perdagangan SUN.

"Adapun kenaikan imbal hasil US Treasury didukung oleh rilisnya data pengangguran Amerika yang ketat meskipun terjadi perlambatan dalam pertumbuhan pekerjaan di bulan Maret," katanya.

Perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 1 - 4 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) naik berkisar antara 1 - 3 bps dengan harga turun hingga sebesar 15 bps.

Adapun secara teknikal, harga SUN terlihat berubah tren dari kenaikan menjadi tren sideways di tengah harga SUN yang berada di area netral.

Berikut ini perubahan imbal hasil dan harga seri-seri acuan SUN dan obligasi global kemarin:

FR63.. 5.954% 1.93 bps, harga -8.3 bps
FR64.. 6.559% 3.32 bps, harga -23.8 bps
FR65.. 6.834% 2.77 bps, harga -25.5 bps
FR75.. 7.241% 2.80 bps, harga -30.1 bps

INDO-23.. 3.622% -0.30 bps, harga 1.3 bps
INDO-28.. 3.991% 1.07 bps, harga -8.4 bps
INDO-38.. 4.704% -0.01 bps, harga 0.2 bps
INDO-48.. 4.577% -0.52 bps, harga 8.2 bps

UST 10Y.. 2.843% 0.064 bps
UST 30Y.. 3.046% 0.052 bps
Gilt 10Y.. 1.453% 0.061 bps
Bund 10Y.. 0.512% 0.013 bps

Volume SUN senilai Rp12,76 triliun dari 39 seri, nilai seri acuan sebesar Rp5,02 triliun.
FR64.. Rp2,55 triliun, 91 kali transaksi, harga 97,63%
FR65.. Rp2,09 triliun, 68 kali transaksi, harga 99,06%

Volume PBS senilai Rp202,61 miliar dari 4 seri.
PBS14.. Rp262 miliar, 8 kali transaksi, harga 100,5%
PBS16.. Rp200 miliar, 4 kali transaksi, harga 100,7%

Volume Corp Bond senilai Rp1,32 triliun dari 39 seri.
AMRT02CN2.. Rp480 miliar, 4 kali transaksi, harga 100,0%.
BBRI02BCN4.. Rp140 miliar, 4 kali transaksi, harga 100,0%.

Sementara itu, nilai tukar rupiah melemah 20 pts IDR atau 0,14% ke level 13778 setelah bergerak di kisaran 13.755 - 13.779.

Tag : Obligasi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top