Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Manajer Investasi Antusias Sambut 3 Indeks Saham Baru

Hadirnya indeks baru disambut positif oleh manajer investasi. Ketiga indeks yang akan diluncurkan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) diyakini akan memancing minat investor.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 28 Maret 2018  |  21:35 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan, di Jakarta, Selasa (27/2/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan, di Jakarta, Selasa (27/2/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Hadirnya indeks baru disambut positif oleh manajer investasi. Ketiga indeks yang akan diluncurkan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) diyakini akan memancing minat investor.

Direktur Avrist Asset Management Hanif Mantiq mengatakan, semakin banyak indeks yang ada di pasar saham akan semakin menarik karena memberikan pilihan beragam kepada investor dan manajer investasi untuk menghadirkan produk.

"Selama ini yang direkomendasikan oleh regulator itu Jakarta Islamic Index dan IDX30, itu yang banyak dipilih. Kalau indeks baru itu nanti juga direkomendasikan oleh regulator maka minatnya juga akan besar," katanya kepada Bisnis,com, Rabu (28/3/2018).

Tiga indeks yang akan diluncurkan oleh BEI adalah indeks badan usaha milik negara (BUMN), indek syariah, serta indek dividen. Rencananya, peluncuran akan dilakukan oleh bursa pada bulan depan.

Pada dasarnya, minat manajer investasi terhadap indeks BUMN dan dividen cukup baik. Berdasarkan data Infovesta Utama, sejumlah manajer investasi juga telah memiliki produk dengan acuan saham-saham BUMN dan dividen.

Salah satunya adalah PT Pinnacle Persada Investama dengan produknya Pinnacle Core High Dividend ETF.

"Memang sudah ada beberapa fund manager yang meluncurkan produk dengan mengacu pada saham BUMN dan dividen," imbuhnya.

Sementara itu, terkait dengan peluncuran indek syariah baru menurut Hanif untuk menambah referensi investor. Pasalnya selama JII hanya terfokus pada tiga saham yakni PT Astra International Tbk. (ASII), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM), dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR).

"Tujuannya diperbanyak kemungkinan agar tidak terkonsentrasi di tiga saham itu."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Indeks BEI
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top