Rekomendasi Obligasi: Yield US Treasury Tertekan, Harga SUN Kemungkinan Meningkat

MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Jumat (23/3/2018), harga surat utang negara atau SUN akan bergerak mengalami kenaikan didorong oleh adanya penurunan imbal hasil surat utang global di tengah investor yang memburu safe haven asset.
Emanuel B. Caesario | 23 Maret 2018 11:11 WIB

Bisnis.com, JAKARTA-- MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Jumat (23/3/2018), harga surat utang negara atau SUN akan bergerak mengalami kenaikan didorong oleh adanya penurunan imbal hasil surat utang global di tengah investor yang memburu safe haven asset.

I Made Adi Saputra, fixed income analyst MNC Sekuritas, mengatakan bahwa hal tersebut didorong oleh meningkatnya tensi perang dagang setelah pemerintah Amerika memberikan sanksi dagang kepada China atas kejahatan terhadap hak kekayaan intelektual.

"Adapun nilai tukar rupiah yang diperkirakan menguat juga akan menjadi katalis positif pada perdagangan hari ini. Namun, kenaikan harga SUN pada hari ini akan dibatasi oleh adanya lelang penjualan SUN pada pekan depan," kata Made dalam riset hariannya, Jumat (23/3/2018).

Sejumlah seri yang direkomendasikan Made untuk ditransaksikan hari ini yakni seri FR0069, FR0053, FR0073, FR0058, FR0074, FR0068, FR0072, dan FR0075.

Adapun, pada perdagangan kemarin, Kamis (22/3/2018), imbal hasil SUN ditutup dengan arah perubahan yang bervariasi dengan kecenderungan mengalami kenaikan di tengah minimnya volume perdagangan.

Adapun RDG BI memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate tetap sebesar 4,25%, dengan suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 3,50% dan Lending Facility tetap sebesar 5,00%.

Hal ini sejalan dengan apa yang diperkirakan oleh pelaku pasar sehingga tidak begitu mempengaruhi pasar surat utang Indonesia.

Sementara itu, aksi jual oleh investor asing masih menjadi katalis negatif pada perdagangan kemarin. Sepanjang bulan Maret 2018 investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp6,13 triliun.

Perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 1 - 5 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) naik berkisar antara 1 - 2 bps dengan harga turun hingga sebesar 10 bps.

Secara teknikal, harga SUN keseluruhan tenor terlihat mengalami perubahan tren dari naik menjadi sideways.

Volume SUN senilai Rp8,29 triliun dari 42 seri, nilai seri acuan sebesar Rp1,45 triliun. Volume PBS senilai Rp369 miliar dari 8 seri. Volume Corp Bond senilai Rp822,83 miliar dari 44 seri.

Sementara itu, nilai rupiah diprediksi sedikit menguat 7 pts atau 0,05% ke level 13755 setelah bergerak di kisaran 13728 - 13755.

Berikut ini perubahan imbal hasil dan harga seri-seri acuan SUN dan obligasi global kemarin:

FR63.. 5.949% 0.55 bps, harga -2.4 bps
FR64.. 6.748% 1.26 bps, harga -8.9 bps
FR65.. 6.967% 0.12 bps, harga -1.1 bps
FR75.. 7.350% 2.60 bps, harga -27.5 bps

INDO-23.. 3.748% -3.51 bps, harga 15.0 bps
INDO-28.. 4.094% -4.91 bps, harga 38.2 bps
INDO-38.. 4.785% -2.14 bps, harga 30.6 bps
INDO-48.. 4.710% -4.27 bps, harga 64.9 bps

UST 10Y.. 2.823% -0.058 bps
UST 30Y.. 3.058% -0.053 bps
Gilt 10Y.. 1.434% -0.095 bps
Bund 10Y.. 0.531% -0.056 bps

 

 

Tag : yield
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top