IHSG Sukses Berakhir di Level 6.200 Saat Aksi Jual Meluas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengikis pelemahannya dan berakhir di kisaran level 6.200 pada perdagangan hari ini, Jumat (23/3/2018), di tengah meluasnya aksi jual di Asia.
Renat Sofie Andriani | 23 Maret 2018 18:57 WIB
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengikis pelemahannya dan berakhir di kisaran level 6.200 pada perdagangan hari ini, Jumat (23/3/2018), di tengah meluasnya aksi jual di Asia.

IHSG ditutup turun 0,69% atau 43,38 poin di level 6.210,70, setelah dibuka dengan kemerosotan 1,85% atau 115,96 poin di posisi 6.138,11. Adapun pada perdagangan Kamis (22/3), IHSG berakhir melemah 0,93% atau 58,76 poin di level 6.254,07.

Dibuka di kisaran level 6.130, pergerakan IHSG bahkan sempat menyentuh level 6.080 hari ini. Namun, IHSG mampu mengikis pelemahannya dan kembali menyentuh level 6.200 di akhir perdagangan.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran level 6.085,20 – 6.210,70.

Dari 570 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 109 saham menguat, 251 saham melemah, dan 210 saham stagnan.

Berdasarkan data Bloomberg, seluruh sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona merah, dipimpin sektor konsumer (-1,10%), aneka industri (-1,08%), dan properti (-0,91%).

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 mampu mengikis pelemahannya dengan berakhir turun 0,78% atau 4,37 poin di level 552,44. Pagi tadi, indeks Bisnis27 dibuka anjlok 2,81% atau 15,65 poin di posisi 541,16.

Sementara itu, indeks saham lainnya di Asia Tenggara terpantau memerah dengan indeks FTSE Malay KLCI (-0,62%), indeks FTSE Straits Time Singapura (-2%), indeks PSEi Filipina (-1,89%), dan indeks SE Thailand (-0,24%).

Di kawasan Asia lainnya, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing berakhir anjlok 3,62% dan 4,51% akibat terbebani apresiasi nilai tukar yen terhadap dolar AS.

Yen terus menguat setelah keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memberlakukan tarif terhadap China memicu kekhawatiran seputar perang dagang.

Indeks Kospi Korsel anjlok 3,18%, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing anjlok 3,39% dan 2,87%, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong berakhir anjlok 2,45%.

Secara keseluruhan, bursa saham Asia mengikis seluruh penguatan yang dibukukan tahun ini saat perang perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China meredupkan prospek pertumbuhan ekonomi global.

Dilansir Bloomberg, indeks MSCI Asia Pacific turun 2,6% menjadi 171,99 pada pukul 4.13 sore waktu Hong Kong, menghilangkan kenaikan year-to-date, setelah China mengumumkan rencana untuk tarif resiprokal terhadap impor dari AS senilai US$3 miliar.

Langkah ini merespons tarif terhadap ekspor logam China yang diberlakukan Presiden Donald Trump.

Investor pun memilih menghindari aset berisiko setelah China menyatakan berencana menerapkan tarif terhadap impor babi AS, aluminimum yang didaur ulang, pipa baja, buah, dan anggur.

Sebelumnya, Trump menginstruksikan Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer untuk mengenakan tarif terhadap impor China bernilai setidaknya US$50 miliar.

Menurut Kelvin Tay, chief investment officer Asia di UBS Wealth Management, negara-negara di Asia Tenggara memiliki lebih fokus pertumbuhan domestik dan manfaat dari basis konsumen lokal yang kuat, tidak seperti negara tetangga mereka di Asia Utara.

“Asia Tenggara lebih terdiversifikasi dan tidak bergantung pada ekspor seperti halnya pasar Asia Utara,” jelas Tay, seperti dikutip Bloomberg.

Dalam laporan yang dirilis hari ini, pakar strategi Morgan Stanley, Jonathan Garner, mengatakan bursa Asia Tenggara mendapatkan kurang dari 2% pendapatannya dari AS secara total, dibandingkan dengan Asia Utara yang memperoleh kisaran dari 6% pada indeks MSCI China Index hingga 30% pada indeks MSCI Taiwan.

Saat pasar saham di Jepang, Hong Kong, dan China turun lebih dari 2% pada perdagangan hari ini, Thailand dan Malaysia khususnya mengalami penurunan kurang dari 1%.

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

HMSP

-2,86

BBRI

-1,91

TLKM

-1,08

GGRM

-2,54

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BBCA

+1,49

BMRI

+0,63

UNVR

+0,44

TPIA

+1,27

Sumber: Bloomberg

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top