Mata Uang Won dan Kospi Korsel Terpukul Gejolak AS-China

Indeks Kospi berakhir anjlok lebih dari tiga persen pada perdagangan hari ini, Jumat (23/3/2018), di tengah melonjaknya tensi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Renat Sofie Andriani | 23 Maret 2018 16:48 WIB
Bursa Korea Selatan - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Kospi berakhir anjlok lebih dari tiga persen pada perdagangan hari ini, Jumat (23/3/2018), di tengah melonjaknya tensi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Pergerakan indeks saham acuan Korea Selatan tersebut berakhir anjlok 3,18% atau 79,26 poin di level 2.416,76, setelah dibuka dengan pelemahan tajam 1,97% atau 49,29 poin di 2.446,73.

Adapun pada perdagangan Kamis (22/3), Kospi membukukan rebound dengan berakhir menguat 0,44% atau 11,05 poin di posisi 2.496,02.

Sebanyak 45 saham menguat, 714 saham melemah, dan 11 saham stagnan dari 770 saham yang diperdagangkan di indeks Kospi pada akhir perdagangan hari ini.

Sejumlah saham terpantau menekan pergerakan Kospi pada akhir perdagangan hari ini, di antaranya SK Chemicals Co. Ltd. (-4,98%) dan Cuckoo Homesys Co. Ltd. (-3,11%).

Sementara itu, saham Samsung Electronics Co. anjlok 3,98% atau 103.000 poin di posisi 2.486.000 won pada akhir perdagangan hari ini. Pagi tadi, saham raksasa elektronik ini dibuka dengan pelemahan 2,78% atau 72.000 poin di level 2.517.000.

Sejalan dengan Kospi, nilai tukar won berakhir melemah 0,94% atau 10,11 poin di level 1.082,35, setelah berakhir terapresiasi tipis 0,01% di posisi 1.072,24 per dolar AS pada perdagangan Kamis (22/3).

Dilansir Bloomberg, mata uang won Korea Selatan ikut terpukul oleh melonjaknya tensi perdagangan antara AS dan China yang memicu kekhawatiran timbulnya kerugian terhadap negara-negara regional.

Presiden Donald Trump meminta Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer untuk mengenakan tarif terhadap impor China senilai setidaknya US$50 miliar. China kemudian meresponsnya dengan rencana penerapan penalti terhadap impor dari AS sebesar US$3 miliar.

Di sisi lain, John Bolton, seorang ahli politik luar negeri yang terkenal, dilaporkan akan menggantikan H.R. McMaster sebagai penasehat keamanan nasional Trump. Ini merupakan langkah terbaru dalam perombakan yang sedang berlangsung atas para penasehat utama presiden.

“Risiko berita utama jelas negatif, tetapi apa yang memberi sedikit kelegaan adalah bahwa hal ini telah dibahas dalam pasar untuk beberapa waktu saat ini,” kata Dushyant Padmanabhan, pakar strategi mata uang di Nomura Holdings, Singapura.

“Begitu detailnya mulai muncul, apa yang akan kita perhatikan adalah apakah tarif dan langkah-langkah, di kedua sisi, diberlakukan segera, atau jika mereka memungkinkan waktu untuk bernegosiasi.”

Pergerakan Indeks KOSPI

Tanggal

Level

Perubahan

23/3/2018

2.416,76

-3,18%

22/3/2018

2.496,02

+0,44%

21/3/2018

2.484,97

-0,02%

 Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
indeks kospi, bursa korsel

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top