AS-China Masuki Perang Dagang, Bursa Jepang Terjun

Bursa saham Jepang berakhir anjlok pada perdagangan hari ini, Jumat (23/3/2018), terbebani apresiasi nilai tukar yen terhadap dolar AS setelah keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memberlakukan tarif terhadap China memicu kekhawatiran seputar perang dagang.
Renat Sofie Andriani | 23 Maret 2018 16:02 WIB
Indeks Bursa Jepang - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Jepang berakhir anjlok pada perdagangan hari ini, Jumat (23/3/2018), terbebani apresiasi nilai tukar yen terhadap dolar AS setelah keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memberlakukan tarif terhadap China memicu kekhawatiran seputar perang dagang.

Indeks Topix hari ini dibuka dengan pelemahan tajam 1,80% atau 31,05 poin di level 1.696,34 dan berakhir anjlok 3,62% atau 62,45 poin di level 1.664,94. Dari 2.057 saham pada indeks Topix, 29 saham di antaranya menguat, 2.020 saham melemah, dan 8 saham stagnan.

Saham Toyota Motor Corp. dan SoftBank Group Corp. yang masing-masing anjlok 3,55% dan 4,77% menjadi penekan utama terhadap pelemahan Topix pada akhir perdagangan hari ini.

Adapun indeks Nikkei 225 hari ini berakhir anjlok 4,51% atau 974,13 poin di level 20.617,86, setelah dibuka dengan pelemahan 1,87% atau 403,19 poin di posisi 21.188,80.

Sebanyak 2 saham menguat dan 223 saham melemah dari 225 saham pada indeks Nikkei. Saham Fast Retailing Co. Ltd. yang anjlok 6,29% menjadi penekan utama terhadap pelemahan Nikkei, diikuti Tokyo Electron Ltd. (-5,72%) dan SoftBank Group Corp. (-4,77%).

Sementara itu, nilai tukar yen terpantau lanjut menguat 0,17% atau 0,18 poin ke posisi 105,10 per dolar AS pada pukul 15.17 WIB, setelah berakhir menguat 0,73% di posisi 105,28 pada perdagangan Kamis (22/3).

Dilansir Bloomberg, indeks Topix Jepang anjlok ke level penutupan terendahnya sejak September 2017. Pelemahan kinerja perusahaan elektronik dan otomotif menjadi penekan terbesar terhadap Topix, sedangkan seluruh 33 kelompok industri menurun.

Topix dan Nikkei 225 Stock Average membukukan penurunan mingguan terbesarnya dalam enam pekan. Sementara itu, yen terapresiasi hingga 105 per dolar AS ke level terkuat sejak November 2016.

Presiden Donald Trump menandatangani memorandum presiden pada Kamis (22/3) waktu setempat yang akan mengenakan tarif terhadap impor China bernilai hingga US$60 miliar.

Hal itu hanya berlaku setelah periode konsultasi selama 30 hari yang dimulai ketika sebuah daftar dipublikasikan.

Sebagai respons langkah Trump, Kementerian Perdagangan China hari ini waktu setempat menyatakan negeri tirai bambu merencanakan tindakan balasan terhadap impor AS senilai US$3 miliar.

“AS dan China, dua negara berkekuatan ekonomi terbesar dunia, memasuki perang dagang yang mencetuskan risiko bahwa ekspansi ekonomi global kemungkinan akan goyah,” kata Norihiro Fujito, pakar strategi senior di Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities Co.

 

Tag : bursa jepang
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top