Koneksi Capital: Koreksi Pasar Karena Kepanikan Jangka Pendek

Koneksi Capital menilai koreksi yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini hanya akan bersifat jangka pendek sebab dipicu kepanikan sesaat.
Emanuel B. Caesario | 23 Maret 2018 12:23 WIB
Pengunjung mengambil gambar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (22/1). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Koneksi Capital menilai koreksi yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini hanya akan bersifat jangka pendek sebab dipicu kepanikan sesaat.

Alfred Nainggolan, Kepala Riset Koneksi Capital mengatakan bahwa koreksi yang terjadi pada sesi I perdagangan hari ini, Jumat (23/3/2018), lebih banyak disebabkan karena pasar yang shock terhadap kinerja indeks-indeks sektoral lainnya yang turun cukup dalam.

Aksi jual asing yang cukup massif menjadi faktor pendorong utama turunnya kinerja indeks, sedangkan investor domestik belum cukup agresif untuk kembali masuk ke pasar di tengah tren bearish yang tengah terjadi.

Pasar domestik saat ini memang sangat rentan terkoreksi sebab belum ada sentimen positif baru yang bisa mendorong pasar kembali dalam tren bullish. Akibatnya, begitu ada sentimen regional yang signifikan sifatnya, imbasnya menjadi cukup besar terhadap pasar.

“Tetapi, kita melihat karena ini lebih dikategorikan shock in short term, peluang untuk rebound cukup besar ke depan. Rupiah kita masih sangat kuat di bawah Rp13.800 meskipun Fed naikkan suku bunga. Melihat itu, harusnya ini hanya short term effect,” terangnya, Jumat (23/3/2018).

Alfred melanjutkan dalam kondisi saat ini cukup sulit untuk menentukan saham-saham mana yang layak untuk dikoleksi, sebab seluruh sektor mengalami koreksi. Namun, untuk mengantisipasi pemulihan, dirinya merekomendasikan investor untuk membeli saham-saham yang sebelumnya memiliki sentimen positif.

Beberapa emiten seperti WSKT atau TLKM sebelumnya sudah terpapar sentimen lain yang menyebabkan kinerja sahamnya terkoreksi, sehingga sebaiknya tidak dikoleksi dulu.

Tetapi, emiten lain seperti INKP atau BBRI yang baru terkoreksi hanya karena sentimen eksternal kepanikan pasar, justru layak diincar. INKP secara year-to-date (ytd) sudah meningkat 104,63%, tetapi hari ini terkoreksi hampir 4% di sesi pertama.

Sementara itu, BBRI sudah mengumumkan akan membagikan dividen 45% dari laba bersih 2017 atau Rp13,04 triliun, tapi hari ini sahamnya terkoreksi lebih dari 3% di sesi pertama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top