Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BINAARTHA SEKURITAS: IHSG Lanjut Terkoreksi di Akhir Pekan

Binaartha Sekuritas mengestimasi IHSG akan bergerak lanjutkan terkoreksi sehat dalam sesi akhir pekan ini.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 23 Maret 2018  |  06:02 WIB
Karyawan dan pelaku usaha berada di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Karyawan dan pelaku usaha berada di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Binaartha Sekuritas mengestimasi IHSG akan bergerak lanjutkan terkoreksi sehat dalam sesi akhir pekan ini.

Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada pada level 6.220,930 dan 6.187,786.

Sementara itu, resistance pertama dan kedua berada pada level 6.319,263 dan 6.384,452. Berdasarkan indikator daily, MACD sudah berada di area negatif.

Sementara itu, Stochastic masih berada di area jenuh jual dan RSI sudah berada di area netral. Terlihat pola long black closing marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi sehat lanjutan pada pergerakan indeks saham.

"Dengan demikian, IHSG akan menuju ke area support pada level 6.221 dan 6.188," tulis risetnya.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

*BMTR, Daily (565) (RoE: 4.57%; PER: 12.53x; PBV: 0.57x; Beta: 1.49):* Saat ini, harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger. Sementara itu, terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 550 – 570, dengan dengan target harga secara bertahap di level 595, 710, 825 dan 940. Support: 530.

*BNLI, Daily (600) (RoE: 3.48%; PER: 22.66x; PBV: 0.79x; Beta: 0.95):* Saat ini, harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger. Sementara itu, terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Beli” pada level 590 – 605, dengan target harga secara bertahap di level 625, 650, 685 dan 715. Support: 585.

*INDF, Daily (7150) (RoE: 8.92%; PER: 15.15x; PBV: 1.35x; Beta: 0.91):* Sebelumnya, terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 7100 – 7150, dengan target harga secara bertahap di level 7275, 7475, 7600 dan 7700. Support: 7000 & 6800.

*PWON, Daily (620) (RoE: 14.95%; PER: 16.02x; PBV: 2.39x; Beta: 1.8):* Saat ini, harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan indikator RSI sudah menunjukkan jenuh jual. “Beli” pada area level 610 – 625, dengan target harga secara bertahap di level 645, 660, 700 dan 740. Support: 600.

*SCMA, Daily (2750) (RoE: 29.49%; PER: 27.43x; PBV: 8.10x; Beta: 0.69):* Saat ini, terlihat pola long white opening marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 2670 – 2750, dengan target harga secara bertahap di level 2800, 2890 dan 3000. Support: 2670 & 2600.

*SILO, Daily (8175) (RoE: 1.48%; PER: 138.94x; PBV: 2.09x; Beta: 0.13):* Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan sebelumnya terlihat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 8000 - 8175, dengan target harga secara bertahap di level 8400 dan 8500. Support: 7900.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top