Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

CALON EMITEN: Ini yang Akan Dilakukan RS Hermina dengan Dana IPO

PT Medikaloka Hermina (RSIA Hermina) siap melakukan penawaran umum saham perdana pada tahun ini untuk memenuhi kebutuhan ekspansi rumah sakit.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 22 Maret 2018  |  21:17 WIB
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Medikaloka Hermina (RSIA Hermina) siap melakukan penawaran umum saham perdana pada tahun ini untuk memenuhi kebutuhan ekspansi rumah sakit.

Direktur Medis RSIA Hermina Binsar Simorangkir menuturkan, dana initial public offering (penawaran umum saham perdana) akan digunakan untuk pengembangan rumah sakit. Di sisi lain, RSIA Hermina telah melayani pasien BPJS Kesehatan. Menurutnya, semakin banyak ekspansi rumah sakit, maka kemampuan untuk melayani masyarakat akan semakin tinggi.

"Dananya pengembangan rumah sakit," ungkapnya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (22/3/2018).

Hingga saat ini, perseroan telah mengoperasikan 28 rumah sakit. Dalam waktu dekat, RSIA telah memulai konstruksi 4 rumah sakit baru. Terkait jumlah saham yang akan dilepas, untuk tahap awal, RSIA Hermina akan mengikuti regulasi dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam melakukan IPO.

Grup Rumah Sakit Hermina tengah mempersiapkan diri untuk masuk ke pasar modal melalui penawaran umum perdana saham dengan target penggalangan dana sebesar US$200 juta.

Seperti dilansir Bloomberg, Grup RS Hermina membidik dana segar senilai US$200 juta atau setara Rp2,66 triliun dengan asumsi kurs sebesar Rp13.300/US$. Belum lama ini, RSIA Hermina juga memperoleh dana senilai US$45 juta atau setara Rp600 miliar dari Creador. Creador adalah private equity yang memiliki fokus dalam berinvestasi jangka panjang, khususnya di perusahaan yang sedang berkembang di Asia Tenggara. Nilai investasi Creador di Indonesia sudah mencapai US$210 juta.

Senior Managing Director di Creador Cyril Noerhadi, sebelumnya, mengungkapkan Creador akan menjadi pemegang saham minimum. Cyril masih enggan menyebut persentase saham yang akan dimiliki di Grup Rumah Sakit Hermina.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo
Editor : Riendy Astria
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top