REKOMENDASI SAHAM: Harga Saham Cenderung Turun, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) Tetap Layak Koleksi?

Sepanjang tahun berjalan, kinerja saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. tercatat turun 16,44%. Kemarin, saham emiten dengan kode TLKM ini turun 50 poin atau 1,37% ke level Rp3.710 per saham.
Novita Sari Simamora | 22 Maret 2018 00:26 WIB
Telkom Indonesia. - telkom

Bisnis.com, JAKARTA - Sepanjang tahun berjalan, kinerja saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. tercatat turun 16,44%. Kemarin, saham emiten dengan kode TLKM ini turun 50 poin atau 1,37% ke level Rp3.710 per saham.

Meskipun harga saham TLKM kian tertekan, sejumlah analis masih optimistis saham emiten telekomunikasi tersebut bakal bullish. Dari 31 analis yang disurvei oleh Bloomberg, sebanyak 23 analis merekomendasikan beli, 7 analis merekomendasikan tahan  dan 1 analis merekomendasi jual. Kalangan analis memproyeksikan harga saham TLKM hingga akhir tahun mencapai Rp4.732 per saham.

Analis Ciptadana Sekuritas Asia Niko Margaronis mengungkapkan, bisnis paket data pada tahun ini akan lebih baik. Niko menilai, intensitas dalam berkompetisi di segmen paket data akan lebih sengit mulai kuartal II/2018 seiring dengan rampungnya proses registrasi.

"TLKM dalam kondisi yang baik dengan mempertahankan margin yang tinggi, karena perusahaan melakukan penghematan biaya," tulisnya melalui riset, dikutip Rabu (21/3/2018)

Ciptadana Sekuritas Indonesia awalnya memproyeksikan harga saham TLKM bisa mencapai Rp5.300 hingga akhir tahun. Namun, Niko menurunkan target harga saham TLKM menjadi Rp4.900 per saham dan tetap memberikan rekomendasi beli.

Niko memproyeksikan price earning ratio (PER) TLKM pada 2018 bisa mencapai 18,7 kali dan dividend yield mencapai 3,9%.

Analis Samuel Sekuritas Arandi Ariantara mengungkapkan, investasi TLKM senilai Rp1 triliun untuk frekuensi 2,3 GHz selebar 30 Mhz menambah komposisi frekuensi TLKM untuk meningkatkan kapasitas layanan mobile broadband terutama di kota besar. Arandi yakin, bila layanan tersebut dimonetisasi pada 2018, akan menumbuhkan pendapatan TLKM hingga 9% year-on-year (yoy).

Samuel Sekuritas juga mengasumsikan jumlah pelanggan 3G/4G akan tumbuh 10% yoy 101,8 juta pada 2018 atau sekitar 48% dari total pelanggan yang diasumsikan menjadi 214 juta, tumbuh 10% yoy.

Arandi juga merekomendasikan beli saham TLKM dengan target harga Rp5.000 per saham hingga akhir tahun ini. Dia pun memproyeksikan laba per saham pada 2018 bisa mencapai Rp266.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
telkom

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top