AS Bergeming Soal Rencana Tarif Impor Jagung UE

Rencana pemberlakuan tarif impor jagung Uni Eropa dari Amerika Serikat dinilai tidak memberi efek yang berat bagi AS, justru mendorong UE untuk mencari alternatif pasokan.
Eva Rianti | 20 Maret 2018 15:37 WIB
Ilustrasi. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Rencana pemberlakuan tarif impor jagung Uni Eropa dari Amerika Serikat dinilai tidak memberi efek yang berat bagi AS, justru mendorong UE untuk mencari alternatif pasokan.

Dilansir Reuters, Komisi Eropa atau badan eksekutif UE telah berencana memberlakukan tarif impor sejumlah produk AS, termasuk jagung sebesar 25% sebagai bagian dari respons terhadap tarif impor AS pada baja dan aluminium.

Namun langkah tersebut dinilai para ahli pada Senin (19/3) tidak akan menyebabkan tekanan yang besar bagi eksportir AS, tapi justru bisa membuat importir UE menghadapi persaingan yang lebih kuat karena mereka mencari pasokan alternatif dalam beberapa bulan mendatang di tengah pembelian yang kuat oleh China dan masalah varietas tanaman AS, produsen utama jagung.

Data Uni Eropa menunjukkan UE telah mengimpor 368.000 ton jagung AS dari Juli hingga pertengahan Maret selama musim 2017/2018 saat ini. Angka tersebut menunjukkan hanya 3,1% dari total impor jagung UE, jauh dari jumlah 5,1 juta ton yang diimpor pada periode yang sama dari Ukraina dan 5 juta ton dari Brasil.

Pada musim sebelumnya, UE tercatat mengimpor hanya di bawah 800.000 ton dari Amerika Serikat.

Dari sisi AS, U.S Department Agriculture (USDA) menuturkan bahwa penjualan Uni Eropa hanya sebagian kecil dari hampir 69 juta ton jagung AS yang akan diekspor pada musim 2017/2018.

“Ekspor jagung AS juga telah booming dalam beberapa pekan terakhir dan AS tidak kekurangan minat beli,” kata Fritsch dari Commerzbank.

Fritsch menuturkan bahwa kemungkinan bea masuk tersebut sebagai “simbol” terhadap kebijakan kontroversial Trump. Sementara upaya itu menurutnya bukanlah masalah besar dan tidak akan merugikan AS.

“Impor Jagung dari Amerika Serikat tidak mewakili banyak volume keseluruhan yang diimpor setiap musim oleh Uni Eropa,” kata analis Strategie Grains Andree Defois.

Defois mengatakan, Uni Eropa biasanya mengimpor sekitar 1 juta ton per tahun dari Amerika Serikat dari total impor sebanyak 15 juta ton.

Strategie Grains memproyeksikan negara-negara UE perlu memproduksi 59,9 juta ton jagung pada musim 2017/2018 untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan domestik.

“Impor jagung EU dari AS relatif kecil dalam volume impor keseluruhan UE. Jumlah impor yang relatif kecil bisa diganti di tempat lain cukup cepat,” kata Claus Keller, analis komoditas FO Licht.

“Tapi mungkin bukan saat yang tepat untuk mulai mencari persediaan alternatif, dengan kekeringan di Argentina, panen baru Brazil masih belum jelas dan China membeli banyak jagung dari Ukraina,” tambahnya.

Sumber : Reuters

Tag : jagung
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top