Akhir Sesi I, Indeks Bisnis27 Merosot 1,49%

Indeks Bisnis27 melemah 1,49% atau 8,37 poin ke level 554,38 di jeda siang dengan pergerakan di kisaran 553,59-561,05.
Aprianto Cahyo Nugroho | 20 Maret 2018 13:28 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan, di Jakarta, Selasa (27/2/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks Bisnis27 melemah lebih dari 1% di akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (20/3/2018).

Indeks Bisnis27 melemah 1,49% atau 8,37 poin ke level 554,38 di jeda siang dengan pergerakan di kisaran 553,59-561,05.

Pagi tadi indeks dibuka melemah 0,48% atau 2,72 poin di posisi 560,03, setelah pada perdagangan Senin (19/3) berakhir melemah 0,18% di posisi 560,03.

Sebanyak 4 saham menguat, 19 saham melemah, dan 4 saham stagnan dari 27 saham anggota indeks Bisnis27 pada akhir sesi I perdagangan hari ini.

Harga saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang melemah 3,66%menjadi penekan utama terhadap pelemahan indeks Bisnis27 di akhir sesi I, diikuti saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang turun 1,64%.

Indeks Bisnis 27 merupakan indeks yang terdiri dari 27 saham perusahaan tercatat yang dipilih berdasarkan kriteria fundamental, teknikal atau likuiditas transaksi dan akuntabilitas dan tata kelola perusahaan.

Sejalan dengan Bisnis 27, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 1,11% atau 69,87 poin ke level 6.219,71 di akhir sesi I, setelah dibuka turun 0,37% atau 22,99 poin di level 6.266,58.

Sepanjang perdagangan hari ini IHSG bergerak pada kisaran 6.207,17 - 6.271,72. Sebanyak 78 saham menguat, 244 saham melemah, dan 250 saham stagnan dari 572 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak negatif dengan tekanan utama sektor infrastruktur (-2,16%) dan industri dasar (-1,62%). Adapun sektor aneka industri terpantau bergerak di zona hijau sendiri dengan kenaikan 0,07%.

Berikut adalah harga saham Bisnis27 di akhir sesi I :

Kode

Nama Perusahaan

Harga (Rp)

AALI

PT Astra Agro Lestari Tbk

13050

ADRO

PT Adaro Energy Tbk

2040

ASII

PT Astra International Tbk

7300

BBCA

PT Bank Central Asia Tbk

23050

BBNI

PT Bank Negara Indonesia Tbk

9300

BBRI

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk

3690

BBTN

PT Bank Tabungan Negara Tbk

3650

BMRI

PT Bank Mandiri Tbk

7900

BSDE

PT Bumi Serpong Damai Tbk

1725

CPIN

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk

3360

HMSP

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk

4200

ICBP

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

8700

INDF

PT Indofood Sukses Makmur Tbk

7225

INTP

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk

18925

ITMG

PT Indo Tambangraya Megah Tbk

27175

JSMR

PT Jasa Marga Persero Tbk.

4830

KLBF

PT Kalbe Farma Tbk

1430

LSIP

PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk.

1265

MIKA

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk.

2100

MYOR

PT Mayora Indah Tbk.

2640

PGAS

PT Perusahaan Gas Negara Tbk

2180

PTBA

PT Bukit Asam Persero Tbk

2840

PWON

PT Pakuwon Jati Tbk.

640

SCMA

PT Surya Citra Media Tbk

2740

SMGR

PT Semen Indonesia Tbk

10200

TLKM

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk

3680

UNTR

PT United Tractors Tbk

32100

 Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
indeks bisnis27

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top