Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Krakatau Steel (KRAS) Incar Pendapatan Tumbuh 30% pada 2018

PT Krakatau Steel (Persero) membidik pertumbuhan pendapatan 30% sejalan dengan proyeksi harga baja yang masih berada dalam tren positif tahun ini.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 20 Maret 2018  |  19:59 WIB
Proses produksi di pabrik milik PT Krakatau Steel - Antara
Proses produksi di pabrik milik PT Krakatau Steel - Antara

Bisnis.com,CILEGON — PT Krakatau Steel (Persero) membidik pertumbuhan pendapatan 30% sejalan dengan proyeksi harga baja yang masih berada dalam tren positif tahun ini.

Direktur Keuangan Krakatau Steel Tambok Setiawati menjelaskan bahwa perseroan mengoptimalkan momentum kenaikan harga baja. Langkah yang ditempuh yakni dengan meningkatkan kapasitas produksi yang diharapkan berujung kepada meningkatnya penjualan tahun ini.

Dari situ, Tambok mengatakan perseroan membidik pendapatan tumbuh 30% pada 2018. Dengan demikian, pihaknya berharap emiten berkode saham KRAS tersebut dapat mengantongi laba bersih US$24 juta tahun ini.

Sejalan dengan meningkatnya volume produksi, sambungnya, KRAS juga tengah berencana mencari sumber pendanaan alternatif. Meski debt to equity ratio (DER) perseroan masih pada level 1,1 kali, perseroan tetap mencari sumber pendanaan yang yang paling efisien.

“Kita ingin mendapatkan pendanaan dengan murah. Beberapa instrumen seperti obligasi domestik dan global tengah kami kaji, termasuk rights issue,” ujarnya di Cilegon, Selasa (20/3/2018).

Di sisi lain, Tambok juga meminta agar anak usaha serta entitas afiliasi dapat meningkatkan kinerja pada 2018. Pasalnya, entitas afiliasi masih menyumbangkan kerugian US$40 juta pada periode 2017.

Dia menambahkan bahwa perseroan menggenjot kontribusi pendapatan dari divisi usaha nonbaja. Tahun lalu, kontribusi ini bisnis tersebut mencapai 20%.

“Kontribusi anak usaha non baja kami cukup besar, ke depan atau 2018 diharapkan jauh lebih baik,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Krakatau Steel Purwono Widodo mengatakan, harga baja saat ini mencapai level US$700 per metrik ton. Lompatan harga yang terjadi sejak pertengahan 2017 masih terus berlanjut. Purwono mengatakan harga normal baja berada di kisaran US$600-US$700 per metrik ton. Rentang harga tersebut diproyeksi perseroan akan bertahan sepanjang tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krakatau steel
Editor : Riendy Astria
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top