AKSI EMITEN: Telkom Fokus ke TIK Enterprise, Omzetnya Rp19,1 Triliun

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) membidik pasar enterprise atau korporasi sepanjang tahun ini, karena segmen itu memberi kontribusi pendapatan yang cukup besar hingga Rp19,1 triliun sepanjang 2017.
Sholahuddin Al Ayyubi | 20 Maret 2018 06:36 WIB
Pejalan kaki berjalan melewati logo Telkom di Jakarta, Senin (27/11). - JIBI/Dedi Gunawan

 

Bisnis.com,  JAKARTA — PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) membidik pasar enterprise atau korporasi sepanjang tahun ini, karena segmen itu memberi kontribusi pendapatan yang cukup besar hingga Rp19,1 triliun sepanjang 2017.

Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga mengemukakan pendapatan Telkom dari segmen enterprise tersebut mencapai Rp19,1 triliun sepanjang 2017 atau‎ tumbuh sekitar 21% dibandingkan tahun 2016 dengan pendapatan sebesar Rp15,78 triliun.

Menurutnya, tahun ini Telkom akan memfokuskan diri untuk terus menggarap segmen tersebut dan menyediakan solusi TIK (teknologi informasi dan komunikasi) dengan berbagai smart enabler platform.

"Ada tren perusahaan-perusahaan di Indonesia mulai fokus kepada bisnis intinya dan meng-outsource solusi TIK ke pihak ketiga. Ini peluang bagi pemain seperti Telkom," tuturnya Selasa (20/3/2018).

Dia menjelaskan pasar TIK untuk segmen enterprise atau korporasi tumbuh sekitar 13% setiap tahunnya di Indonesia. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi peluang bagi Telkom untuk terus memperkuat posisinya di pasar enterprise.

"Ini adalah peluang yang besar untuk menumbuhkan bisnis dari Telkom. Perusahaan sekarang membutuhkan solusi TIK yang terintegrasi tak hanya konektivitas. Telkom tetap menjaga posisinya sebagai pemimpin pasar di segmen ini," katanya.

Dalam Info Memo yang dikeluarkan oleh Telkom untuk 2017, dinyatakan operator Halo-halo ini melayani 1.450 perusahaan sepanjang 2017 berasal dari industri consumer goods, asuransi, pharmaceutical, dan banking yang berkontribusi sekitar 58% bagi total pendapatan di segmen enterprise.

Sementara dari pemerintahan, Telkom menyediakan solusi TIK bagi 940 institusi pemerintahan. Seperti diketahui, belanja TIK institusi pemerintah yaitu sekitar Rp15 triliun setiap tahunnya. Segmen institusi pemerintah ini bisa berkontribusi sekitar 23% bagi pendapatan di segmen Enterprise milik Telkom.

Terakhir, untuk pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sudah 300.000 pelaku UKM yang menggunakan berbagai solusi TIK Telkom. Berdasarkan database milik Telkom ada sekitar 3,7 juta UKM yang dinilai masih potensial menjadi full digital.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
telkom

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top