Rekomendasi Obligasi: Investor Amati Jalannya FOMC, Harga SUN Cenderung Bergerak Terbatas

MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Selasa (20/3/2018) harga surat utang negara atau SUN akan bergerak terbatas dengan arah bervariasi ditengah investor mencermati jalannya FOMC.
Emanuel B. Caesario | 20 Maret 2018 08:34 WIB
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA - MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Selasa (20/3/2018) harga surat utang negara atau SUN akan bergerak terbatas dengan arah bervariasi ditengah investor mencermati jalannya FOMC.

I Made Adi Saputra, fixed income analyst MNC Sekuritas, mengatakan bahwa harga SUN diperkirakan akan cenderung mengalami kenaikan di dorong oleh aksi beli oleh investor asing yang terlihat mulai kembali masuk pada SBN.

"Namun, kenaikan harga SUN juga terlihat akan dibatasi oleh nilai tukar rupiah yang masih tertekan," kata Made melalui riset harian, Selasa (20/3/2018).

Adapun, sejumlah seri yang direkomendasikan Made untuk ditransaksikan hari ini yakni seri FR0069, FR0053, FR0073, FR0058, FR0074, FR0068, FR0072, dan FR0075.

Adapun, pada perdagangan kemarin, imbal hasil SUN bergerak terbatas dengan arah perubahan yang bevariasi di tengah pelaku pasar yang menahan diri untuk melakukan transaksi jelang dimulainya Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika.

Imbal hasil US Treasury bergreak terbatas di tengah investor memindahkan dananya ke aset yang lebih aman jelang dimulainya FOMC pada hari ini.

Pelemahan nilai tukar rupiah di tengah penguatan dollar Amerika juga membatasi pergerakan imbal hasil SUN pada perdagangan kemarin di tengah imbal hasil surat utang regional yang cenderung mengalami kenaikan.

Perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 1 - 4 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) naik berkisar antara 1 - 4 bps dengan harga turun hingga sebesar 10 bps.

"Secara teknikal, harga SUN dengan keseluruhan tenor terlihat mengalami tren kenaikan dengan berada di area netral membuka peluang adanya aksi beli oleh investor," kata Made.

Tag : Obligasi
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top