CALON EMITEN: Surya Pertiwi Tawarkan 25% Saham Lewat IPO

Satu lagi perusahaan produk sanitary akan siap untuk terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yakni PT Surya Pertiwi Tbk. yang berencana melakukan penawaran umum perdana saham baru setara 25% dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum.
Emanuel B. Caesario | 14 Maret 2018 14:10 WIB
Siluet karyawan melintas di dekat logo IDX Indonesia Stock Exchange, di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Rabu (13/9). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA—Satu lagi perusahaan produk sanitary akan siap untuk terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yakni PT Surya Pertiwi Tbk. yang berencana melakukan penawaran umum perdana saham baru setara 25% dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum.

Mardjoeki Atmadiredja, Komisaris Utama Surya Pertiwi, yang ditemui usai mini expose dalam rangka initial public offering/IPO di Bursa Efek Indonesia pada Rabu (14/3/2018) mengatakan bahwa tujuan IPO perseroan adalah untuk memperbaiki struktur modal melalui pelunasan utang serta ekspansi.

“Tentu buat bayar utang dan perluasan usaha. Sebesar 50% untuk bayar utang, 25% buat capital expenditure perluasan pabrik, 25% working capital,” katanya.

Ferry Budiman Tanja, Direktur Utama Ciptadana Sekuritas, mengatakan bahwa pihaknya sejauh ini menjadi underwriter tunggal atas rencana aksi korpasi tersebut. Rencananya, saham perseroan sudah bisa dicatatkan pada Mei mendatang.

Perseroan juga berenca untuk melakukan roadshow di sejumlah negara, sehingga kemungkinan Ciptadana Sekuritas akan turut menggandeng sekuritas asing untuk join bookrunner.

Ferry mengatakan, perseroan menargetkan dapat melepas saham baru sebanyak-banyaknya 25% dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum. Namun, baik dirinya maupun Mardjoeki masih enggan menungkapkan besaran target dana yang diincar dari aksi korporasi ini.

“Ini untuk menambah kapasitas pabrik yang di Surabaya. Sekarang 1 pabrik itu kapasitasnya 500.000 pieces per tahun produk sanitari, seperti toilet, wastafel, keran, shower,” katanya.

Ferry mengatakan, pabrik yang dimaksud merupakan milik perusahaan patungan dengan PT Surya Toto Indonesia Tbk. (TOTO). Di perusahaan tersebut, perseroan menggenggam 51% kepemilikan, sementara TOTO 49%.

Tag : ipo
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top