PASAR OBLIGASI: Penguatan Rupiah Jadi Sentimen Positif

Hasil positif dari lelang penjualan Surat Utang Negara atau SUN kemarin, Selasa (13/3/2018) mendorong penurunan imbal hasil SUN kemarin di tengah berlanjutnya penurunan imbal hasil surat utang global.
Emanuel B. Caesario | 14 Maret 2018 09:28 WIB
Memantau layar surat utang negara - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Hasil positif dari lelang penjualan Surat Utang Negara atau SUN kemarin, Selasa (13/3/2018) mendorong penurunan imbal hasil SUN kemarin di tengah berlanjutnya penurunan imbal hasil surat utang global.

I Made Adi Saputra, fixed income analyst MNC Sekuritas, mengatakan bahwa lembali menguatnya nilai tukar rupiah pada perdagangan kemarin mendorong pelaku pasar untuk mengikuti lelang SUN.

Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah penawaran yang masuk pada lelang kemarin dibandingkan lelang dua minggu lalu dengan jumlah penawaran yang masuk sebesar Rp46,47 triliun.

Adapun suksesnya lelang SUN pada perdagangan kemarin juga mendorong terjadinya aksi beli di pasar sekunder yang mendorong penurunan imbal hasil SUN.

Perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 1 - 10 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) turun berkisar antara 2 - 10 bps dengan harga naik hingga sebesar 30 bps.

Secara teknikal, harga SUN dengan keseluruhan tenor berada di area jenuh jual membuka peluang adanya aksi beli oleh investor.

"Pada perdagangan hari ini, kami perkirakan harga SUN masih akan mengalami kenaikan masih didorong oleh penguatan nilai tukar rupiah serta secara teknikal masih berpeluang adanya aksi beli oleh investor," kata Made dalam riset harian, Rabu (14/3/2018).

"Adapun dari faktor ekternal berupa surat utang global yang masih mengalami tren penurunan juga akan menjadi katalis positif pada perdagangan hari ini," lanjutnya.

Sejumlah seri yang direkomendasikan Made untuk ditransaksikan hari ini yakni seri FR0069, FR0053, FR0071, FR0073, FR0058, FR0074, FR0068, dan FR0072.


Berikut ini perubahan imbal hasil dan harga seri-seri acuan SUN dan obligasi global kemarin:

FR63 : 6.168% -4.50 bps, harga 19.4 bps
FR64 : 6.734% -2.53 bps, harga 17.9 bps
FR65 : 7.062% -4.02 bps, harga 36.0 bps
FR75 : 7.356% -3.19 bps, harga 33.6 bps

INDO-23 : 3.785% 0.11 bps, harga -0.5 bps
INDO-28 : 4.155% 0.33 bps, harga -2.6 bps
INDO-38 : 4.827% 0.22 bps, harga -3.2 bps
INDO-48 : 4.788% 0.41 bps, harga -6.2 bps

UST 10Y : 2.844% -0.022 bps
UST 30Y : 3.099% -0.029 bps
Gilt 10Y : 1.484% -0.015 bps
Bund 10Y : 0.617% -0.010 bps

Volume SUN senilai Rp14,46 triliun dari 34 seri, nilai seri acuan sebesar Rp7,88 triliun. Volume PBS senilai Rp511,54 miliar dari 6 seri. Volume Corp Bond senilai Rp1,45 triliun dari 29 seri.

Rupiah menguat 13 poin atau 0,09% kemarin ke posisi Rp13.752 setelah bergerak di kisaran Rp13.738 - Rp13.765. Penguatan juga terjadi pada Rupee India (INR), Baht Thailand (THB), dan Ringgit Malaysia (MYR). Sementara itu, Yen Jepang (JPY), Won Korea Selatan (KRW), dan Dollar Singapura (SGD) mengalami pelemahan.

Pemerintah meraup dana senilai Rp23,45 triliun dari lelang penjualan SUN seri SPN 03180614 (New Issuance), SPN 12190314 (New Issuance), FR0063 (Reopening), FR0064 (Reopening), FR0075 (Reopening) dan FR0076 (Reopening) pada lelang kemarin.

Tag : Obligasi
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top