Kekhawatiran Nilai Tukar Rupiah Seret IHSG ke Level 6.400

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah dengan pelemahan lebih dari satu persen pada perdagangan hari ini, Selasa (13/3/2018).
Renat Sofie Andriani | 13 Maret 2018 17:10 WIB
Pengunjung mengambil gambar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (22/1). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah dengan pelemahan lebih dari 1% pada perdagangan hari ini, Selasa (13/3/2018). IHSG ditutup melorot 1,35% atau 87,84 poin di level 6.412,85, setelah dibuka turun tipis 0,05% atau 3,22 poin di level 6.497,46.

Padahal, IHSG mampu membukukan rebound dengan penguatan lebih dari satu persen atau 67,36 poin di posisi 6.500,69 pada perdagangan Senin (12/3).

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran level 6.399,39 – 6.501,13. Dari 572 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 108 saham menguat, 241 saham melemah, dan 223 saham stagnan.

Berdasarkan data Bloomberg, seluruh sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona merah, dipimpin sektor konsumer (-2,35%), infrastruktur (-2,10%), dan tambang (-1,75%).

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 berakhir melemah 1,75% atau 10,26 poin di level 574,65, setelah mampu rebound dengan berakhir menguat 1,35% atau 7,76 poin di posisi 584,91 pada perdagangan Senin (12/3).

Sementara itu, indeks saham lainnya di Asia Tenggara bergerak variatif dengan indeks FTSE Malay KLCI (+0,15%), indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,38%), indeks SE Thailand (+0,41%), dan indeks PSEi Filipina (-0,40%).

Di kawasan Asia lainnya, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang berhasil memperpanjang relinya pada akhir perdagangan hari keempat berturut-turut, seiring dengan pelemahan kinerja mata uang yen menjelang rilis data inflasi AS.

Indeks Kospi Korsel menguat 0,42%, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing turun 0,49% dan 0,88%, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong berakhir naik tipis 0,02%.

IHSG mengalami penurunan terbesar di antara indeks saham di Asia pada perdagangan hari ini. Menurut John Teja, Direktur Ciptadana Sekuritas Asia, risiko pelemahan rupiah telah membebani sentimen investor.

“Kekhawatiran di antara investor meningkat setelah media lokal melaporkan bahwa rupiah dapat melemah hingga Rp15.000 per dolar AS,” ucap Teja, seperti dikutip Bloomberg.

Di sisi lain, kemungkinan bagi Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuannya telah meningkat seiring dengan potensi penaikan suku bunga oleh bank sentral AS The Federal Reserve dalam pertemuan kebijakannya bulan ini.

Pelemahan rupiah dapat meningkatkan risiko bagi perusahaan-perusahaan dengan utang berdenominasi dolar AS. Seperti diketahui, suku bunga yang lebih tinggi dapat mendorong naik biaya untuk perusahaan-perusahaan Indonesia. Pergerakan nilai tukar rupiah hari ini ditutup terapresiasi 13 poin atau 0,09% di Rp13.752 per dolar AS.

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

HMSP

-3,88

TLKM

-2,62

BMRI

-1,80

GGRM

-4,18

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

DNET

+8,70

SCMA

+4,73

EMTK

+3,50

BDMN

+2,24

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top