Bursa Jepang Perpanjang Reli Jelang Rilis Data Inflasi AS

Bursa saham Jepang berhasil memperpanjang relinya pada akhir perdagangan hari keempat berturut-turut, Selasa (13/3/2018), seiring dengan pelemahan kinerja mata uang yen menjelang rilis data inflasi AS.
Renat Sofie Andriani | 13 Maret 2018 14:51 WIB
Indeks Bursa Jepang - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Jepang berhasil memperpanjang relinya pada akhir perdagangan hari keempat berturut-turut, Selasa (13/3/2018), seiring dengan pelemahan kinerja mata uang yen menjelang rilis data inflasi AS.

Padahal pergerakan indeks saham acuan negeri Sakura sempat tergelincir ke zona merah saat investor terus mencermati dampak dari skandal penjualan lahan yang melibatkan Perdana Menteri Shinzo Abe, istrinya, dan Menteri Keuangan Taro Aso.

Indeks Topix hari ini dibuka turun 0,40% atau 6,99 poin di level 1.734,31 dan berakhir menguat 0,56% atau 9,73 poin di level 1.751,03. Dari 2.057 saham pada indeks Topix, 1.571 saham di antaranya menguat, 416 saham melemah, dan 70 saham stagnan.

Saham Shin-Etsu Chemical Co. Ltd. dan Keyence Corp. yang masing-masing menguat 2,45% dan 1,23% menjadi pendorong utama terhadap penguatan Topix pada akhir perdagangan hari ini.

Adapun indeks Nikkei 225 hari ini berakhir menguat 0,66% atau 144,07 poin di level 21.968,10, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,37% atau 81,58 poin di posisi 21.742,45.

Sebanyak 156 saham menguat, 62 saham melemah, dan 7 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei. Saham Tokyo Electron Ltd. yang menguat 2,27% menjadi pendorong utama terhadap penguatan Nikkei, diikuti Shin Etsu Chemical Co. Ltd. (+2,45%) dan FANUC Corp. (+0,86%).

Sementara itu, nilai tukar yen terpantau melemah 0,40% atau 0,43 poin ke posisi 106,85 per dolar AS pada pukul 14.23 WIB, setelah berakhir menguat 0,37% di posisi 106,42 pada perdagangan Senin (12/3).

Dilansir Bloomberg, penguatan produsen elektronik dan perusahaan jasa berhasil mendongkrak indeks Topix setelah turun sekitar 0,6%. Saham defensif menjadi pendorong utama terhadap indeks tersebut saat sub indeks perusahaan tenaga listrik dan gas naik 2,5%.

Pasar selanjutnya menantikan rilis data inflasi AS yang dapat memberi petunjuk tentang laju pengetatan kebijakan menjelang pertemuan The Federal Reserve berikutnya pekan depan.

Di sisi lain, Menteri Aso kembali meminta maaf sehubungan dengan keterlibatan kementeriannya dalam perubahan dokumen terkait penjualan lahan milik pemerintah kepada yayasan pendidikan Moritomo Gakuen. Aso juga menyatakan bersedia bersikap kooperatif dalam hal investigasi kasus ini,

Menurut Aso, kehadirannya dalam pertemuan G-20 bulan ini akan bergantung pada situasi di parlemen. Skandal tersebut telah menyeret PM Abe sejak kabar tersebut pecah pada awal 2017.

Pada Februari tahun lalu, Abe mengatakan kepada parlemen bahwa dia akan mengundurkan diri jika di kemudian hari ditemukan kaitan antara dirinya atau istrinya dan kesepakatan tanah.

“Saya ragu ini akan sangat mempengaruhi Abe, apa yang menggembirakan adalah Jepang menunjukkan tanda pertumbuhan yang meningkat dan dengan tingkat pengangguran multi tahun yang rendah,” kata Nader Naeimi, fund manager di AMP Capital Investors Ltd., seperti dikutip Bloomberg.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa jepang

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top