REKOMENDASI SAHAM: Adaro Energy (ADRO) Akan Menguat Hingga Level Rp3.200?

Pemulihan harga komoditas akan membuat harga saham emiten-emiten batu bara terus menghijau sepanjang tahun ini. Meski China sebagai konsumen batu bara utama tengah berupaya menggeser ke sumber energi terbarukan, harga batu batu bara diyakini dalam tren peningkatan.
Dara Aziliya | 07 Maret 2018 23:28 WIB
Logo PT Adaro Energy, Tbk. - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA - Pemulihan harga komoditas akan membuat harga saham emiten-emiten batu bara terus menghijau sepanjang tahun ini. Meski China sebagai konsumen batu bara utama tengah berupaya menggeser ke sumber energi terbarukan, harga batu batu bara diyakini dalam tren peningkatan.

Sepanjang tahun berjalan, harga saham PT Adaro Energy Tbk. tercatat mengalami kenaikan sebesar 16,13%,. Adapun, harga telah naik 25,58% dalam 1 tahun terakhir. Pada penutupan perdagangan Rabu (7/3/2018), saham emiten dengan kode saham ADRO tersebut telah melemah 7,3% atau 170 poin menjadi Rp2.160 per saham.

Merespons laporan keuangan perseroan yang diterbitkan Selasa (6/3/2018), sebagian besar analis yang dihimpun Bloomberg merekomendasikan untuk mengoleksi saham ADRO.

Bloomberg telah mengumpulkan sedikitnya tujuh analis setelah laporan keuangan ADRO, dengan enam di antaranya merekomendasikan beli, sedangkan satu analis netral. Hingga akhir tahun, konsensus memprediksi harga saham ADRO pada kisaran Rp2.425—Rp3.200.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andy Wibowo Gunawan mengungkapkan, profit bersih Adaro Energy memang telah sesuai dengan konsensus. Dari data penjualan dan laba bersih 2017 ADRO, Andy merekomendasikan untuk mengoleksi saham ADRO.

“Laba bersih ADRO meningkat hingga 44,4% menjadi US$483 juta pada 2017 (yoy), sedangkan top-line melonjak 29,1% menjadi US$3,3 miliar (yoy). Kami terus memantau Adaro dan menunggu konfirmasi dari manajemen perusahaan pada Jumat [9/3] ini,” ungkap Andy dalam riset yang dipublikasikan Rabu (7/3/2018).

Adapun, hingga akhir tahun ini, Andy memprediksi harga saham ADRO dapat mencapai Rp2.425 per saham.

Sementara itu, Analis Ciptadana Sekuritas Asia Arief Budiman mengungkapkan bahwa pada tahun ini Adaro akan mempertahankan posisi sebagai perusahaan pertambangan batu bara terbesar di Indonesia, sekaligus merupakan eksportir terbesar pada pasar Asia.

“Selain itu, Adaro Energy merupakan perusahaan pertambangan batu bara dengan biaya paling efisien dan sahamnya merupakan yang paling likuid dibandingkan perusahaan lainnya,” ungkap Andy dalam riset.

Hingga akhir tahun ini, Ciptadana memprediksi harga saham ADRO dapat mencapai Rp3.050 per saham. Lalu, apakah Anda akan mulai mengoleksi?

Tag : adaro
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top