PASAR OBLIGASI: Investor SUN Tunggu Data Inflasi

Kombinasi faktor pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika serta pergerakan imbal hasil surat utang global yang kembali mengalami kenaikan mendorong terjadinya koreksi harga Surat Utang Negara atau SUN pada perdagangan hari kemarin, Selasa (27/2/2018).
Emanuel B. Caesario | 28 Februari 2018 09:38 WIB
Memantau layar surat utang negara - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Kombinasi faktor pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika serta pergerakan imbal hasil surat utang global yang kembali mengalami kenaikan mendorong terjadinya koreksi harga Surat Utang Negara atau SUN pada perdagangan hari kemarin, Selasa (27/2/2018).

I Made Adi Saputra, fixed income analyst MNC Sekuritas, mengatakan bahwa kenaikan imbal hasil US Treasury terjadi karena merespon pidato Powell yang mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga lebih dari yang diperkirakan sebelumnya.

Adapun Powell akan tetap menaikkan suku bunga untuk menjaga tingkat inflasi Amerika.

Sementara dari dalam negeri, volume yang dimenangkan pemerintah mengalami kenaikan dibandingkan lelang SUN dua minggu lalu, tetapi jumlah penawaran yang diminta oleh investor mengalami penurunan di tengah nilai tukar rupiah yang masih mengalami tren pelemahan.

Perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 1 - 7 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) naik berkisar antara 1- 6 bps dengan harga turun hingga sebesar 20 bps.

Adapun secara teknikal, harga SUN dengan tenor pendek terlihat kembali mengalami tren penurunan, adapun tenor panjang terlihat mengalami tren sideways.

"Pada perdagangan hari ini kami perkirakan harga SUN masih akan cenderung terbatas ditengah investor yang masih menantikan data inflasi yang akan dirilis pada esok hari," katanya dalam riset harian Rabu (28/2/2018).

"Pergerakan harga SUN kami perkirakan akan cenderung mengalami penurunan didukung oleh naiknya imbal hasil surat utang regional maupun global serta nilai tukar rupiah yang kembali mengalami tren pelemahan jelang pidato Jerome Powell," lanjutnya.

Rekomendasi seri : FR0069, FR0053, FR0061, FR0070, FR0071, FR0073, FR0058, FR0074, FR0068, FR0072.

FR63 : 5.893% 7.19 bps, harga -31.7 bps
FR64 : 6.486% 4.56 bps, harga -33.2 bps
FR65 : 6.974% 1.28 bps, harga -11.6 bps
FR75 : 7.285% 1.87 bps, harga -20.0 bps

INDO-23 : 3.682% 0.13 bps, harga -0.6 bps
INDO-28 : 4.068% -0.36 bps, harga 2.9 bps
INDO-38 : 4.713% -1.15 bps, harga 16.7 bps
INDO-48 : 4.633% -0.73 bps, harga 11.5 bps

UST 10Y : 2.901% 0.037 bps
UST 30Y : 3.163% 0.007 bps
Gilt 10Y :1.553% 0.048 bps
Bund 10Y : 0.674% 0.017 bps

Volume SUN senilai Rp17,85 triliun dari 36 seri, nilai seri acuan sebesar Rp9,45 triliun. Volume PBS senilai Rp364 miliar dari 7 seri. Volume Corp Bond senilai Rp472,46 miliar dari 29 seri.

Rupiah melemah 19 pts atau 0,13% ke level Rp13.679 setelah bergerak di kisaran Rp13.647 - Rp13.688 per dolar AS.

Tag : surat utang negara
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top