IHSG Menguat pada Akhir Sesi I, Enam Sektor Positif

IHSG menguat 0,18% atau 11,54 poin ke level 6.566,21 di akhir sesi I, setelah dibuka dengan penguatan 0,29% atau 19,02 poin di level 6.573,70. Adapun pada perdagangan Senin (26/2), IHSG ditutup melemah 0,98% atau 65,13 poin di level 6.554,67.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 27 Februari 2018  |  12:46 WIB
IHSG Menguat pada Akhir Sesi I, Enam Sektor Positif
Pengunjung beraktivitas di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham, di Jakarta, Senin (19/2/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (27/2/2018), ditopang penguatan enam sektor.

IHSG menguat 0,18% atau 11,54 poin ke level 6.566,21 di akhir sesi I, setelah dibuka dengan penguatan 0,29% atau 19,02 poin di level 6.573,70. Adapun pada perdagangan Senin (26/2), IHSG ditutup melemah 0,98% atau 65,13 poin di level 6.554,67.

Sepanjang perdagangan hari ini IHSG bergerak pada kisaran 6.565,50 - 6.591,60. Sebanyak 173 saham menguat, 158 saham melemah, dan 241 saham stagnan dari 572 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Enam dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak positif dengan dorongan utama dari sektor properti yang menguat 0,78%, disusul sektor konsumer yang naik 0,58%. Adapun tiga sektor lainnya terpantau melemah, didorong oleh pertanian yang turun 0,96%.

PT Valbury Sekuritas Indonesia dalam riset hariannya menyatakan salah satu sentimen yang akan menguatkan IHSG adalah rencana pemerintah untuk menerbitka Paket Kebijakan Ekonomi XVI terkait ekspor impor.

Sentimen lain adalah kunjungan Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde, penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax, Pertamina Dex, dan Dexlite memiliki andil cukup signifikan terhadap inflasi di bulan Februari.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) melakukan Survei Pemantauan Harga hingga pekan ketiga Februari 2018, diperkirakan inflasi Februari 2018 sebesar 0,19% mom atau secara tahunan di 3,2% yoy.

"Selain katalis di atas IHSG diperkirakan terdorong oleh sentimen laporan laba perusahaan yang banyak rilis di pekan ini. Di samping itu, adanya sentimen dari pasar global setelah pasar saham AS pada hari Senin di tutup menguat serta potensi apresiasi indeks Asia pada hari ini," tulis riset tersebut, Selasa (27/2/2018).

Sementara itu, seluruh indeks saham lainnya di Asia Tenggara juga menguat siang ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,07%), indeks SE Thailand (+0,38), indeks FTSE Malay KLCI (+0,53%), dan indeks PSEi Filipina yang menguat 0,41%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top