AKSI EMITEN 27 FEBRUARI: Kinerja Dua Emiten Grup Astra Moncer, GIAA Bersiap Lepas Landas

Berita mengenai kinerja dua emiten grup Astra serta strategi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menjadi sorotan media massa hari ini, Selasa (27/2/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 27 Februari 2018 08:49 WIB
Siswa Sekolah Menengah Atas Santa Ursula Bumi Serpong Damai membaca koran Bisnis Indonesia saat berkunjung ke kantor redaksi Bisnis Indonesia, di Jakarta, Selasa (16/5). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai kinerja dua emiten grup Astra serta strategi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menjadi sorotan media massa hari ini, Selasa (27/2/2018).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Kinerja Dua Emiten Grup Astra Moncer. Pendapatan dan laba bersih dua emiten yang masuk ke dalam Grup Astra, yakni PT Astra Agro Lestari Tbk., (AALI) dan PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO), mengalami kenaikan pada 2017. (Bisnis Indonesia)

MYOH Berencana Akuisisi 2 Tambang. Emiten tambang PT Samindo Resources Tbk., (MYOH) menargetkan dapat mengakuisisi 2 tambang batu bara pada tahun ini. (Bisnis Indonesia)

GIAA Bersiap Lepas Landas. Kendati membukukan rugi bersih yang cukup besar pada 2017, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. optimistis mampu meraih untung pada tahun ini. Apa saja strategi yang dirancang emiten berkode saham GIAA ini agar dapat lepas landas? (Bisnis Indonesia)

BTEK Bidik Kenaikan 25%. PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk. membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 20%—25% pada tahun ini seiring dengan mulai dipasarkannya varian baru produk kakao olahan yang diproduksi oleh perseroan. (Bisnis Indonesia)

Tahun Ini, TPIA Alokasikan Belanja Modal US$ 568 Juta. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 568 juta di 2018. Dana ini untuk membiayai serangkaian ekspansi organik perusahaan itu. (Kontan)

WTON Menambah Kapasitas Pabrik di Sulawesi Selatan. PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) bermaksud meningkatkan kapasitas produksi pabrik di Makassar. Di ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan ini, WTON memiliki dua pabrik beton dengan luas 10,8 hektare dan lima jalur produksi. Rencana tambahan produksi itu seiring meningkatnya proyek infrastruktur di area Indonesia Timur. (Kontan)

Saham Pendatang Baru LQ45 Malah Berguguran. Awal Februari lalu, indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia kedatangan empat saham baru. Namun, kinerja mayoritas saham pendatang baru ini malah loyo. Padahal, beberapa hari sebelum tanggal pengumuman rebalancing indeks saham paling likuid itu, saham-saham tersebut cenderung menguat. (Kontan)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
aksi emiten

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top