AKSI EMITEN 26 FEBRUARI: Meneropong Eksplorasi ELSA, WTON Bidik Kenaikan 36%

Berita mengenai proyeksi kinerja PT Elnusa Tbk serta PT Wijaya Karya Beton Tbk yang membidik pertumbuhan laba 36% menjadi sorotan media massa hari ini, Senin (26/2/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 26 Februari 2018 07:59 WIB
Aktivitas pembuatan beton di pabrik milik PT Wijaya Karya Beton. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai proyeksi kinerja PT Elnusa Tbk serta PT Wijaya Karya Beton Tbk yang membidik pertumbuhan laba 36% menjadi sorotan media massa hari ini, Senin (26/2/2018).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Meneropong Eksplorasi ELSA. Kendati membukukan penurunan laba bersih, rilis laporan keuangan 2017 justru menggairahkan transaksi saham PT Elnusa Tbk. sepanjang pekan lalu. Bagaimana proyeksi kinerja dan saham emiten berkode ELSA itu pada 2018? (Bisnis Indonesia)

WTON Bidik Kenaikan 36%. PT Wijaya Karya Beton Tbk. membidik pertumbuhan laba tahun berjalan sebesar 36,56% dari realisasi 2017 senilai Rp340,45 miliar seiring dengan meningkatnya anggaran pemerintah untuk proyek infrastruktur. (Bisnis Indonesia)

Investor Menahan Diri. Pasar obligasi domestik sepanjang pekan ini diperkirakan masih akan bergerak terbatas. Investor masih cenderung menunggu perkembangan gejolak di pasar global setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat untuk periode Februari 2018 dirilis. (Bisnis Indonesia)

TOBA Raih Rating B3. PT Toba Bara Sejahtera Tbk. mengantongi peringkat B3 dari Moody's Investors Service yang menyematkan Corporate Rating Family (CFR) B3 terkait rencana perseroan menerbitkan obligasi global senilai US$250 juta. (Bisnis Indonesia)

Pasar Mulai Mencermati Isu Politik. Sentimen politik mulai menghangatkan pasar saham. Akhir pekan lalu, beberapa saat sebelum perdagangan di bursa ditutup, PDI Perjuangan (PDIP) secara resmi mengumumkan rencananya mencalonkan kembali Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pemilu Presiden 2019 mendatang. (Kontan)

Harga Masih Murah, Bos Mayapada Koleksi Saham BKSL. Saham PT Sentul City Tbk (BKSL) dinilai masih cukup menarik. Bos Mayapada Grup, Dato' Sri Tahir, juga melirik saham ini untuk investasi. Akhir Januari lalu, Tahir membeli 3,35 miliar saham BKSL di harga premium, yakni Rp 350 per saham. (Kontan)

Tag : aksi emiten
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top