Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PROFINDO SEKURITAS INDONESIA: Hari Ini, IHSG Masih Cenderung Tertekan

Profindo Sekuritas Indonesia mengestimasi IHSG bergerak mixed cenderung tertekan dengan rentang pergerakan 6.522 - 6.648
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 23 Februari 2018  |  09:15 WIB
Pengunjung mengambil gambar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (22/1). - JIBI/Dwi Prasetya
Pengunjung mengambil gambar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (22/1). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Profindo Sekuritas Indonesia mengestimasi IHSG bergerak  mixed cenderung tertekan dengan rentang pergerakan 6.522 - 6.648

Analis Yuliana mengatakan IHSG masih melanjutkan pelemahan selama tiga hari berturut-turut. Pelemahan Indeks ditekan dari delapan sektor terutama sektor aneka industri -1,92%, dan keuangan -1,13%. 

Asing membukukan net sell sebesar Rp 581 miliar di seluruh pasar dengan saham UNTR dan BBRI menjadi net top seller sedangkan saham ICBP dan ITMG menjadi net top buyer. Indeks membentuk bearish three black crows yang mengindikasikan potensi pelemahan lanjutan.

Indikator stochastic deadcross di area jenuh beli dengan momentum RSI dan MFI bergerak negative.

"Kami perkirakan indeks kemungkinan masih akan mixed cenderung tertekan dengan rentang pergerakan 6.522 - 6.648," tulisnya dalam riset..

Saham yang dapat diperhatikan adalah ERAA (buy), MEDC (buy), WOMF (buy), HRUM (buy), INKP (buy), dan MCAS (buy).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top