BINAARTHA SEKURITAS: Pelemahan Indeks Berlanjut

Binaartha Sekuritas memproyeksikan IHSG masih akan lanjutkan pelemahan di akhir pekan ini.
Mia Chitra Dinisari | 23 Februari 2018 05:13 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/2/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -Binaartha Sekuritas memproyeksikan IHSG masih akan lanjutkan pelemahan di akhir pekan ini.

Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan IHSG ditutup melemah 0,76% di level 6.693,060 pada 22 Februari 2018.

Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada pada level 6.569,997 dan 6.546,934. Sementara itu, resistance pertama dan kedua berada pada level 6.632,438 dan 6.671,815.

Berdasarkan indikator daily, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Namun demikian, Stochastic dan RSI sudah berada di area netral.

Terlihat pola three black crows candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi koreksi sehat lanjutan pada pergerakan indeks saham.

"Dengan demikian, IHSG akan menuju ke area support pada level 6.570 dan 6.547," tulis risetnya.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

*AKRA, Daily (5900) (RoE: 15.30%; PER: 17.47x; PBV: 2.67x; Beta: 0.63):* Saat ini, terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 5825 – 5925, dengan target harga secara bertahap di level 6100, 6200 dan 6300. Support: 5800.

*GIAA, Daily (318) (RoE: -39.60%; PER: -2.09x; PBV: 0.83x; Beta: 0.03):* Saat ini, harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger. Sementara itu, terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 314 – 320, dengan target harga secara bertahap di level 326, 334, 344, 362, 372 dan 390. Support: 308.

*INDF, Daily (7700) (RoE: 9.34%; PER: 15.45x; PBV: 1.44x; Beta: 0.88):* Saat ini, harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger. Sementara itu, terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 7625 – 7725, dengan target harga secara bertahap di level 7800, 7950, 8125, 8550 dan 8975. Support: 7600 & 7475.

*JPFA, Daily (1570) (RoE: 11.58%; PER: 15.49x; PBV: 1.80x; Beta: 2.7):* Saat ini, harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger. Sementara itu, terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.“Akumulasi Beli” pada area level 1530 - 1570, dengan target harga secara bertahap di level 1610, 1650 dan 1710. Support: 1510.

*JSMR, Daily (5525) (RoE: 11.98%; PER: 18.33x; PBV: 2.18x; Beta: 0.93):* Saat ini, terlihat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 5450 - 5550, dengan target harga secara bertahap di level 5775, 6050, 6300 dan 6600. Support: 5400 & 5275.

*SCMA, Daily (2640) (RoE: 29.49%; PER: 26.43.x; PBV: 7.81x; Beta: 0.71):* Saat ini, harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger. Sementara itu, terlihat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 2610 – 2650, dengan target harga secara bertahap di level 2740, 2800, 2890 dan 3000. Support: 2470.

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top