Harga Batu Bara Turun Lebih dari 1%

Harga batu bara tergelincir turun lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Rabu (21/2/2018), mematahkan reli yang dibukukan tiga hari berturut-turut sebelumnya.
Renat Sofie Andriani | 22 Februari 2018 08:02 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara tergelincir turun lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Rabu (21/2/2018), mematahkan reli yang dibukukan tiga hari berturut-turut sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, berakhir melorot 1,41% atau 1,20 poin di US$83,85/metrik ton.

Adapun pada perdagangan Selasa (20/2), harga batu bara kontrak Januari 2019 ditutup menguat 0,29% atau 0,25 poin di level 85,05.

Sejalan dengan batu hitam, harga minyak mentah Amerika Serikat melemah karena kekhawatiran bahwa peningkatan cadangan minyak AS menekan upaya pemangkasan output OPEC dalam sepekan ke depan.

Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman April melemah 0,76% atau 0,47 poin ke level US$61,21 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 6.51 WIB setelah ditutup melemah di US$61,34 pasca rilis laporan API.

Sementara itu, minyak Brent untuk kontrak April naik 0,17 poin atau 0,26% di level US$65,42 di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London. Patokan global diperdagangkan pada premi US$4,08 terhadap WTI.

Berdasarkan survei Bloomberg, penyimpanan di terminal AS diperkirakan meningkat 2,9 juta barel pekan lalu. Jika laporan pemerintah pada hari Kamis mengkonfirmasikan kenaikan, ini akan menjadi kenaikan mingguan keempat berturut-turut, ekspansi terpanjang sejak kuartal pertama 2017.

Laporan American Petroleum Institute, yang menunjukkan penurunan 907.000 barel, tidak cukup untuk menghilangkan kekhawatiran.

“OPEC telah mengurangi banyak produksi, namun diimbangi oleh produksi AS," kata Bob Yawger, direktur divisi berjangka di Mizuho Securities USA Inc, seperti dikutip Bloomberg.

Minyak telah berjuang untuk naik kembali ke level tingkat tertinggi pada Januari karena kepercayaan yang lemah terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan penguatan dolar mengurangi daya tarik komoditas.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah menegaskan kembali untuk tidak hanya membatasi kelebihan pasokan, tapi juga mungkin memperluas aliansi dengan Rusia setelah tahun 2018.

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2019 di bursa Rotterdam

Tanggal                                    

US$/MT

21 Februari

83,85

(-1,41%)

20 Februari

85,05

(+0,29%)

19 Februari

84,80

(+2,29%)

16 Februari

82,90

(+1,53%)

15 Februari

81,65

(-1,33%)

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

Tag : harga batu bara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top