Ekspektasi Penaikan Suku Bunga Meningkat, Dolar AS Berseri-seri

Pergerakan indeks dolar AS bertahan menguat pada perdagangan siang ini, Kamis (22/2/2018), pasca rilis risalah rapat kebijakan The Fed yang menunjukkan optimisme lebih besar atas kebutuhan untuk terus menaikkan suku bunga.
Renat Sofie Andriani | 22 Februari 2018 11:49 WIB
Uang dolar AS. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks dolar AS bertahan menguat pada perdagangan siang ini, Kamis (22/2/2018), pasca rilis risalah rapat kebijakan The Fed yang menunjukkan optimisme lebih besar atas kebutuhan untuk terus menaikkan suku bunga.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama naik 0,09% atau 0,085 poin ke level 90,085 pada pukul 11.11 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan 0,158 poin atau 0,18% di level 90,158, setelah pada perdagangan Rabu (21/2) berakhir menguat 0,32% atau 0,284 poin di posisi 90,000.

Dilansir Reuters, optimisme terhadap inflasi dalam risalah rapat kebijakan The Fed (FOMC minutes) pada 30-31 Januari 2018 telah mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga.

Pergerakan suku bunga jangka pendek AS terus mencerminkan ekspektasi kuat bahwa bank sentral AS tersebut akan menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali tahun ini.

Risalah tersebut juga menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan telah meningkatkan proyeksi mereka untuk prospek ekonomi sejak Desember.

Sebagian besar anggota melihat prospek jangka pendek yang agak kuat dan beberapa menilai risiko kenaikan yang meningkat, dengan mengatakan bahwa kebijakan pajak Trump akan meningkatkan ekonomi lebih dari perkiraan sebelumnya.

“Pelaku pasar mungkin menafsirkan The Fed minutes membuka kemungkinan bahwa bank sentral AS ini dapat menaikkan suku bunga sebanyak empat kali tahun ini,” kata Hirofumi Suzuki, ekonom Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) di Singapura.

Menurut Suzuki, kenaikan suku bunga pada Maret telah banyak diantisipasi dan tampaknya ada peningkatan pandangan mengenai prospek ekonomi. Dengan demikian, dapat dipahami apabila pelaku pasar berpikir bahwa ada kemungkinan peningkatan laju kenaikan suku bunga menjadi empat kali tahun ini.

“Tapi secara pribadi, saya ragu apakah itu maksud sebenarnya The Fed,” tambah Suzuki.

Pasar selanjutnya akan mencermati testimoni Gubernur baru The Fed Jerome Powell di depan kongres pada 28 Februari mengenai kebijakan moneter.

Posisi indeks dolar AS                                       

22/2/2018

(Pk. 11.11 WIB)

90,085

(+0,09%)

21/2/2018

90,000

(+0,32%)

20/2/2018

89,716

(+0,69%)

19/2/2018

89,100

(0%)

16/2/2018

89,100

(+0,57%)

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

Tag : dolar as, Kebijakan The Fed
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top