Risalah Rapat FOMC Dorong Yield Obligasi, Wall Street Melemah

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 166,97 poin atau 0,67% ke level 24.797,78, sedangkan indeks Standard & Poors 500 melemah 14,93 poin atau 0,55% menjadi 2.701,33 dan Nasdaq Composite turun 16,08 poin atau 0,22% ke 7.218,23.
Aprianto Cahyo Nugroho | 22 Februari 2018 06:25 WIB
Bursa Saham AS Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Rabu (21/2/2018) setelah rilis risalah pertemuan Federal Reserve bulan Januari yang mendorong imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun ke level tertinggi empat tahun terakhir.

Setelah Fed mempertahankan suku bunga pada bulan Januari, risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan bahwa komite penetapan suku bunga acuan AS lebih percaya diri dalam laju kenaikan suku bunga, dengan ekspektasi inflasi yang meningkat di pertumbuhan ekonomi yang membaik.

Saham awalnya bereaksi positif, dengan masing-masing indeks di Wall Street. Namun, penguatan indeks menipis karena imbal hasil obligasi naik ke level tertinggi empat tahun di 2,957%.

"Risalah rapat The Fed mengindikasikan anggota bank sentral tidak terlalu khawatir dengan inflasi, jadi itu menenangkan pasar," kata Michael Arone, kepala analis investasi di State Street Global Advisors di Boston, seperti dikutip Reuters.

"Sejak saat itu, pasar menyadari pertemuan tersebut terjadi pada akhir Januari dan sejak saat itu ada data tenaga kerja, rata-rata penghasilan per jam, serta angka inflasi yang positif, dan mereka juga mengatakan kenaikan suku bunga layak dilakukan," lanjutnya.

Probabilitas kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada rapat The Fed berikutnya di bulan Maret saat ini mencapai 93,5%, menurut data Reuters. The Fed telah memperkirakan tiga kali kenaikan suku bunga di tahun 2018.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 166,97 poin atau 0,67% ke level 24.797,78, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 melemah 14,93 poin atau 0,55% menjadi 2.701,33 dan Nasdaq Composite turun 16,08 poin atau 0,22% ke 7.218,23.

Setelah kekhawatiran inflasi menghantam indeks S&P 500 hingga turun lebih dari 10 persen dari level tertingginya, sejumlah saham mulai pulih dalam beberapa sesi terakhir karena imbal hasil obligasi AS berternor 10 tahun telah stabil pada kisaran 2,9%.

Prospek kenaikan suku bunga dan penurunan yang tak terduga pada penjualan rumah di AS menekan sektor real estat hingga melemah 1,81%. Sementara sektor utilitas dan telekomunikasi juga turun lebih dari 1 persen.

Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 6,96 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 8,49 miliar saham selama 20 hari perdagangan terakhir.

Tag : bursa as
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top