Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perusahaan Luxemburg Borong Saham Tiga Pilar (AISA), Ini Kata Analis

Aksi perusahaan asal Luxemburg yang memborong saham PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk. sepanjang tahun ini didorong oleh prospek bisnis perseroan yang cukup baik dalam jangka panjang.
Presdir PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk Stefanus Joko Mogoginta (kedua kiri) bersama Direktur Budhi Istanto Suwito (kiri), Chief Finance Officer Sjambiri Lioe (ketiga kiri), Independent Director Jo Tjong Seng (kedua kanan) dan Direktur Hendra Adisubrata (kanan) memberikan keterangan pers terkait PT Induk Beras Unggul (IBU) yang dalah kasus dugaan beras oplosan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (25/7)./ANTARA-Muhammad Adimaja
Presdir PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk Stefanus Joko Mogoginta (kedua kiri) bersama Direktur Budhi Istanto Suwito (kiri), Chief Finance Officer Sjambiri Lioe (ketiga kiri), Independent Director Jo Tjong Seng (kedua kanan) dan Direktur Hendra Adisubrata (kanan) memberikan keterangan pers terkait PT Induk Beras Unggul (IBU) yang dalah kasus dugaan beras oplosan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (25/7)./ANTARA-Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Aksi perusahaan asal Luxemburg yang memborong saham PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk. sepanjang tahun ini didorong oleh prospek bisnis perseroan yang cukup baik dalam jangka panjang.

Sepanjang Februari 2018, Fidelity Funds-Pacific Fund telah membeli saham Tiga Pilar Sejahtera sekitar 32,58 juta saham Tiga Pilar Sejahtera (AISA). Alhasil, jumlah saham emiten dengan kode AISA yang sudah dikantongi perusahaan asal Luxemburg itu sudah mencapai 211,15 juta.

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama mengungkapkan, aksi perusahaan asing yang memborong saham AISA disebabkan, downtren AISA sudah mulai berhenti. Menurutnya, investor asing menilai, harga saham AISA juga masih murah dengan valuasi masih di bawah 10 kali.

"Price to earning ratio AISA masih 7,54 kali dan ini masih murah. Investasi di saham AISA terlihat menarik di jangka panjang," ungkapnya, Kamis (22/2/2018).

Nafan memproyeksikan harga saham AISA hingga akhir tahun bisa mencapai Rp640 per saham. Di tengah membaiknya kondisi ekonomi, katanya, bisnis consumer goods pada tahun ini dan jangka panjang masih tetap prospektif di Indonesia.

Banyaknya jumlah penduduk di Indonesia, bisa menjadi pendongkrak kinerja perusahaan AISA. Saat ini, AISA telah memberhentikan divisi beras dan berencana menjual pabrik beras, untuk melunasi utang bank, obligasi dan sukuk yang dimiliki AISA.

Pada penutupan perdagangan Kamis (22/2/2018), saham AISA naik 20 poin atau 3,81% menuju level Rp545 per saham. Dari 8 analis yang disurvei oleh Bloomberg, sebanyak 4 analis merekomendasikan untuk membeli saham AISA, 3 analis rekomendasi sell dan satu rekomendasi jual. Analis yang disurvei oleh Bloomberg memproyeksikan saham AISA bisa mencapai level Rp616 per saham hingga akhir 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Riendy Astria
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper