SMF Targetkan Terbitkan Obligasi 4 Kali Lagi pada 2018

Sarana Multigriya Finansial (Persero) menargetkan masih akan melakukan penerbitan obligasi 3-4 kali lagi pada tahun ini setelah perseroan menerbitkan obligasi baru Rp2 triliun hari ini, Rabu (21/2/2018).
Emanuel B. Caesario | 21 Februari 2018 12:21 WIB
Logo PT Sarana Multigriya Finansial (Persero). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) menargetkan masih akan melakukan penerbitan obligasi 3-4 kali lagi pada tahun ini setelah perseroan menerbitkan obligasi baru Rp2 triliun hari ini, Rabu (21/2/2018).

Heliantopo, Direktur SMF, mengatakan bahwa penerbitan obligasi hari ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan IV yang dilakukan sejak Juni 2017 dengan target dana Rp12 triliun.

Penerbitan obligasi ini merupakan penerbitan tahap III dari PUB IV dengan tahun emisi 2018. Penerbitan tahap I dan II tahun lalu masing-masing nilainya Rp1 triliun. Dengan demikian, SMF baru merealisasikan Rp4 triliun dari targetnya Rp12 triliun.

“Tentunya penerbitan tergantung kondisi pasar dan kebutuhan likuiditas SMF di masa mendatang. Kalau semua keadaannya baik kita bisa terbitkan 3-4 kali lagi [tahun ini],” katanya dalam konverensi pers usai seremoni pencatatan PUB IV Tahap III Tahun 2018 di Bursa Efek Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Adapun, masa PUB IV perseroan berlangsung hingga Juni 2019 sehingga bila sisa plafon tidak diterbitkan tahun ini, perseroan masih bisa menundanya hingga semester pertama tahun depan.

PUB IV ini mendapatkan peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Tingginya peringkat ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tingginya minat investor atas PUB IV ini.

Adapun, minat investor yang masuk pada saat bookbuilding PUB IV Tahap III Tahun 2018 hari ini mencapai Rp4 triliun, atau 100% lebih tinggi dibandingkan target. Meski begitu, SMF memutuskan untuk hanya mengambil sebesar Rp2 triliun.

Trisnadi Yulrisman, Direktur SMF, mengatakan bahwa SMF juga memiliki obligasi jatuh tempo pada tahun ini, yakni senilai total Rp2,52 triliun. Masa jatuh temponya bervariasi, mulai Maret, Juni, Juli, dan Oktober.

Obligasi yang diterbitkan perseroan digunakan untuk penyaluran pembiayaan dengan tenor yang sama. Obligasi jatuh tempo akan dilunasi dari arus masuk yang diterima perseroan dari pelunasan pembiayaan.

Dengan demikian, obligasi baru yang diterbikan perseroan bukan digunakan untuk refinancing melainkan untuk penyaluran pinjaman, khususnya untuk mendukung program Satu Juta Rumah.

SMF merupakan BUMN di bawah Kementerian Keuangan yang mengemban tugas membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan melalui kegiatan sekuritisasi dn pembiayaan.

Trisnadi mengatakan, saat ini total aset SMF mencapai Rp15,6 triliun, terdiri atas surat utang Rp7,7 triliun dan ekuitas Rp7,8 triliun.

Tag : smf
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top