IHSG Merosot, Sektor Saham Kebun Pimpin Penguatan

Sektor saham perkebunan meningkat paling tinggi di antara 8 sektor lainnya meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot.
Hafiyyan | 21 Februari 2018 19:15 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/2/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Sektor saham perkebunan meningkat paling tinggi di antara 8 sektor lainnya meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot.

Pada perdagangan Rabu (21/2/2018), IHSG ditutup melemah 19,48 poin atau 0,29% menjadi 6.643,40. Kendati melesu 2 sesi beruntun, harga masih meningkat 4,53% secara year to date (ytd).

Sektor saham yang berhasil menghijau, seperti JAKAGRI sebesar 1,26%, JAKMINE 1,11%, JAKBIND 0,39%, JAKINFR 0,21%. Adapun, 5 sektor lainnya mengalami penurunan.

JAKAGRI menguat 20,81 poin, tertinggi di antara sektor lainnya, menuju 1.668,81. Indeks perkebunan ini meningkat 3,25% secara ytd, masih di bawah pertumbuhan IHSG. Tahun lalu, JAKAGRI melorot 13,30%.

Lima saham utama pendorong JAKAGRI pada hari ini ialah AALI (naik 2,94%) ke Rp14.000, LSIP 2,96% ke Rp1.390, ANJT 2,26% ke Rp1.360, SSMS 0,70% ke Rp1.445, dan SIMP 0,97% ke Rp520.

Dari 19 saham emiten yang masuk ke dalam sektor kebun, 9 saham berhasil menguat. Selanjutnya, 6 di antaranya stagnan, dan 4 sisanya mengalami penurunan.

Sementara itu, harga minyak kelapa sawit di bursa Malaysia kontrak teraktif Mei 2018 pada perdagangan hari ini menguat 0,29% menuju 2.491 ringgit per ton.

Tag : IHSG
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top