Saham Wallmart Merosot, Wall Street Ditutup Melemah

Indeks Dow Jones dan S&P 500 melemah pada perdagangan Selasa (20/2/2018) karena penurunan tajam di saham Walmart, namun kenaikan saham Amazon membantu Nasdaq bertahan.
Aprianto Cahyo Nugroho | 21 Februari 2018 06:04 WIB
Walmart - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Dow Jones dan S&P 500 melemah pada perdagangan  Selasa (20/2/2018) karena penurunan tajam di saham Walmart, namun kenaikan saham Amazon membantu Nasdaq bertahan.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 254,63 poin atau 1,01% ke level 24.964,75, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 melemah 15,96 poin atau 0,58% ke level 2.716,26 dan Nasdaq Composite turun 5,16 poin atau 0,07% ke 7.234,31.

Walmart, peritel terbesar di dunia, melaporkan laba yang lebih rendah dari perkiraan dan mencatat penurunan tajam dalam pertumbuhan penjualan online selama masa liburan. Sahamnya merosot 10,2%, dan mengalami penurunan persentase terbesar sejak Januari 1988.

Pasar telah berfluktuasi dalam beberapa pekan terakhir, turun lebih dari 10 persen dari level tertinggi 26 Januari dan rebound pekan lalu dengan kenaikan mingguan terbaik dalam lima tahun. Penurunan pada Selasa sekali lagi mendorong S&P 500 ke bawah rata-rata pergerakan 50 hari.

"Kerangka dasar dalam hal lanskap ekonomi dan pendapatan belum benar-benar berubah, meski jelas Walmart telah membuat beberapa kekhawatiran di pasar," kata Peter Kenny, analis senior di Global Markets Advisory Group, seperti dikutip Reuters.

"Kita sedang mencari konfirmasi, sebuah konfirmasi teknis bahwa pasar berada pada pijakan yang kokoh,” lanjutnya.

Kinerja Wallmart juga menyeret peritel lainnya, dengan saham Target turun 3% dan Kroger melemah 4,2%. Sektor konsumer pada indeks S&P turun 2,25% dan melemah hampir 5% tahun ini. Sebaliknya, saham peritel online Amazon naik 1,4%.

Sementara itu, sektor teknologi menguat 0,3% sebagai satu-satunya sektor S&P yang menguat, didukung oleh kenaikan hampir 2% pada saham semikonduktor.

Saham Qualcomm turun 1,3% setelah produsen chip ini menaikkan tawaran untuk membeli NXP Semiconductors NV menjadi US$,50 per saham dari US$110. Saham NXP melonjak 5,96%.

"Apa yang terjadi dengan Qualcomm dan tawaran mereka untuk NXP tentu membuat semua saham semikonduktor terlihat lebih menarik," kata JJ Kinahan, kepala analis pasar di TD Ameritrade.

Tag : bursa as
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top