Perkuat Pasar Modal, OJK Janjikan Insentif Ini

Untuk memperkuat pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berjanji akan gencar melakukan negosiasi ke Kementerian Keuangan dalam pemberian relaksasi pajak.
Novita Sari Simamora | 20 Februari 2018 20:47 WIB
Karyawati beraktivitas di call center Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Jakarta, Senin (29/1/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Untuk memperkuat pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berjanji akan gencar melakukan negosiasi ke Kementerian Keuangan dalam pemberian relaksasi pajak.

Kepala Departmen Pengawas Pasar Modal 2B OJK Djustini Septiana mengatakan tengah bernegosiasi dengan Kementerian Keuangan, tentang penurunan tarif pajak kepada investor yang membeli green bond dan perusahaan penerbit green bond.

"Karena penerbit green bond akan melakukan perbaikan lingkungan. Lalu, kami juga dalam tahap pemotongan pungutan," ungkapnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (20/2/2018).

Menurutnya, hal yang berkaitan dengan pungutan iuran perusahaan, akan berhubungan dengan pemerintah. Djustini mengatakan, OJK tengah bernegosiasi untuk melakukan pemotongan pungutan.

Tak hanya berjuang dalam memberikan insentif pajak, sambungnya, OJK juga tengah meminta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memberikan diskon dalam biaya listing bagi calon emiten.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia Franciscus Welirang meminta keadilan dalam penetapan pungutan iuran Otoritas Jasa Keuangan. Dia mengatakan, bank asing dan bank domestik dikenakan pungutan OJK, karena termasuk perusahaan jasa keuangan.

Franciscus mengatakan, perusahaan konstruksi di dalam negeri dikenakan juga pungutan OJK, akan tetapi perusahaan konstruksi dari luar negeri tak dikenakan pungutan. Dia menilai keadilan dalam penetapan pungutan kurang diperhatikan.

Menurutnya, juga perusahaan yang harusnya dikenakan pungutan oleh OJK bukan perusahaan bergerak di bidang konstruksi atau lainnya. Namun, perusahaan yang harusnya dikenakan pungutan oleh OJK, adalah perusahaan jasa keuangan.

Tag : pasar modal
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top