Rekomendasi Harian: Aksi Jual Asing Terus Menekan Pasar Obligasi

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika serta masih berlanjutnya akumulasi penjualan oleh investor asing dorong kenaikan imbal hasil Surat Utang Negara atau SUN pada perdagangan kemarin, Senin (19/2/2018).
Emanuel B. Caesario | 20 Februari 2018 10:34 WIB
Ilustrasi - www.hennionandwalsh.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika serta masih berlanjutnya akumulasi penjualan oleh investor asing dorong kenaikan imbal hasil Surat Utang Negara atau SUN pada perdagangan kemarin, Senin (19/2/2018).

I Made Adi Saputra, fixed income analyst MNC Sekuritas, mengatakan bahwa cukup minimnya volume perdagangan pada perdagangan kemarin didorong oleh pasar keuangan Amerika yang libur.

Adapun, imbal hasil surat utang regional serta global yang masih mengalami kenaikan juga turut menjadi katalis negatif pada perdagangan kemarin.

Perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 1 - 5 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) naik berkisar antara 1 - 2 bps dengan harga turun hingga sebesar 10 bps.

Secara teknikal, harga SUN tenor panjang masih mengalami tren penurunan harga, sementara pada tenor pendek dan menengah terlihat mengalami tren sideways.

"Pada perdagangan hari ini kami perkirakan harga SUN akan mengalami penurunan didorong oleh berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah serta investor asing yang masih melakukan aksi ambil untung pada SBN," ungkapnya melalui riset harian, Selasa (20/2/2018).

Sejumlah seri yang direkomendasikan Made untuk ditransaksikan hari ini yakni seri FR0069, FR0053, FR0061, FR0071, FR0073, FR0058, FR0074, FR0068, FR0072, dan FR0075.

Kemarin, harga seri-seri acuan SUN kompak turun, sementara seri-seri acuan obligasi global bergerak bervariasi.

Tag : Obligasi
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top