PROYEK KERETA CEPAT: KCIC Klaim Bakal Cairkan Pinjaman CDB US$500 Juta Maret 2018

Perusahaan patungan Indonesia dan China, PT Kereta Cepat Indonesia China, mengklaim pinjaman China Development Bank untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akan cair pada Maret 2018.
PROYEK KERETA CEPAT: KCIC Klaim Bakal Cairkan Pinjaman CDB US$500 Juta Maret 2018 M. Nurhadi Pratomo | 19 Februari 2018 19:43 WIB
PROYEK KERETA CEPAT: KCIC Klaim Bakal Cairkan Pinjaman CDB US$500 Juta Maret 2018
Foto udara proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung di perkebunan teh Maswati, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (6/2/2018). - ANTARA/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan patungan Indonesia dan China, PT Kereta Cepat Indonesia China, mengklaim pinjaman China Development Bank untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akan cair pada Maret 2018.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwi Windarto mengklaim saat ini pembebasan lahan untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tidak menghadapi kendala. Akan tetapi, berdasarkan perkembangan yang ada, pencairan pinjaman dari China Development Bank (CDB) kembali mundur menjadi Maret 2018.

“Dana cair [dari CDB] kurang lebih US$500 juta,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (19/2/2018).

Saat dihubungi, Direktur Keuangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Steve Kosasih mengatakan tidak dapat memberikan keterangan terkait dengan kepastian pencairan dana tersebut. Pihaknya menyerahkan proses itu kepada KCIC dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Akan tetapi, Steve sebelumnya mengklaim arus kas emiten berkode saham WIKA itu tidak akan terdampak penundaan pencairan dana dari CDB. Pasalnya, perseroan telah mengantongi kontrak lain yang bakal menghasilkan laba dan menciptakan arus kas positif.

Berdasarkan pemberitaan Bisnis.com sebelumnya, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) menjelaskan bahwa salah satu syarat pencairan dana untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung adalah persentase pembebasan lahan. Saat ini, proses tersebut sudah mendekati ketentuan yang dipersyaratkan oleh CDB.

PSBI mengungkapkan pembebasan lahan telah mencapai 53%-54%. Secara rinci, 55 kilometer (km) sudah diserahkan kepada kontraktor, 22 (km) persiapan pembangunan, dan 33 km persiapan land clearing.

Sebagai catatan, PSBI merupakan pemegang saham mayoritas dengan porsi kepemilikan 60% di KCIC. Sisanya, 40% saham dimiliki oleh konsorsium korporasi China.

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung memiliki nilai investasi US$5,14 miliar atau setara Rp70,8 triliun. Kebutuhan tersebut akan dipenuhi dari setoran modal sebesar 25% dari pemegang saham KCIC dan sisanya sekitar 75% akan dibiayai pinjaman perbankan.

Sementara itu, WIKA merupakan pemegang saham mayoritas di PSBI. Perusahaan tersebut dibentuk bersama BUMN lainnya yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk., PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Tbk., untuk menggarap proyek kereta cepat. Nilai kontrak yang ditangani WIKA untuk proyek tersebut senilai US$1,29 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kereta Cepat

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top