Anak Usaha Baru Adhi Karya (ADHI) Ini Akan Kelola Divisi TOD

Kontraktor pelat merah PT Adhi Karya (Persero) Tbk. segera menambah entitas anak usaha baru, yang merupakan hasil pemisahan atau spin off , Departement Transit Oriented Development dan Hotel.
M. Nurhadi Pratomo | 19 Februari 2018 19:35 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek yang dikerjakan PT Adhi Karya. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Kontraktor pelat merah PT Adhi Karya (Persero) Tbk. segera menambah entitas anak usaha baru, yang merupakan hasil pemisahan atau spin off , Departement Transit Oriented Development dan Hotel.

Direktur Keuangan Adhi Karya Harris Gunawan mengatakan divisi Departement Transit Oriented Development (TOD) akan masuk ke dalam entitas anak usaha baru, Adhi Commuter Properti (ACP). Total aset yang dimiliki divisi usaha tersebut hingga akhir 2017 mencapai Rp2 triliun.

Dia mengungkapkan proses pembentukan ACP telah mendapatkan restu dari komisaris perseroan. Ditargetkan, secara resmi pembentukan entitas anak tersebut selesai pada akhir Februari 2018 atau bertepatan dengan keluarnya surat dari Kementerian Hukum dan HAM.

Harris menjelaskan bahwa salah satu tujuan dilakukannya spin off untuk memudahkan divisi tersebut untuk melakukan penghimpunan dana. Pasalnya, Departement TOD menjalankan bisnis properti yang memerlukan banyak investasi untuk akuisisi lahan.

Selama ini, sambungnya, pemenuhan dana berasal dari Adhi Karya. Dengan adanya aksi korporasi tersebut, ACP nantinya berpeluang mendapatkan suntikan dana dari pasar modal.

“Dengan spin off, TOD memiliki keleluasaan mengembangkan bisnisnya. Mereka memiliki peluang untuk penawaran umum perdana saham [IPO],” jelasnya kepada Bisnis.com, Senin (19/2).

Dia mengatakan dana yang nantinya dihimpun oleh ACP dapat digunakan untuk keperluan akuisisi lahan. Ditargetkan, anak usaha tersebut dapat melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2019.

Harris menyebut terlalu prematur untuk menyebut nilai valuasi pada rencana IPO ACP tahun depan. Akan tetapi, perseroan berharap memperoleh dana segar Rp2 triliun-Rp3 triliun lewat aksi korporasi tersebut.

Sebagai catatan, emiten berkode saham ADHI itu menambah menambah modal kepada divisi tersebut hingga Rp2 triliun untuk keperluan akuisi lahan pada 2018. Dana itu berasal dari aksi rights issue senilai Rp1,3 triliun dan kas internal Rp700 triliun.

Di sisi lain, dia menyatakan divisi hotel perseroan tidak akan masuk ke dalam entitas anak usaha ACP. Nantinya, hotel bakal dikelola langsung oleh Adhi Karya. “Hotel dikelola langsung dan tinggal mencari operator,” imbuhnya.

Seperti diketahui, ADHI berencana mengembangkan proyek properti untuk keperluan pemukiman hingga komersial bernama LRT City. Proyek itu antara lain terletak di Bekasi Timur, Sentul, Jaticempaka dan Ciracas.

Proyek light rail transit terdiri atas jalur pelayanan Cawang-Cibubur, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas, Cawang-Bekasi Timur, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, Cibubur-Bogor, dan Palmerah-Grogol. Dalam proyek LRT itu, ADHI menjadi kontraktor berdasarkan penugasan pemerintah.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno sebelumnya menjelaskan bahwa pemerintah tengah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur. Salah satu proyek yang menjadi fokus pada tahun ini di DKI Jakarta yakni pengembangan kawasan TOD.

Rini mengungkapkan pihaknya menginginkan agar fasilitas stasiun yang ada di Jakarta dapat digunakan secara mixed used. Artinya, lokasi tersebut digunakan sebagai perumaham untuk masyarakat berpendapatan rendah, area berjualan bagi usaha kecil menengah (UKM), serta, berbagai fungsi lainnya.

Tag : adhi karya
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top