Profindo Sekuritas: IHSG Akan Bergerak Turun, Perhatikan Saham Pilihan Hari Ini

Profindo Sekuritas memprediksi IHSG pada hari ini, Senin (19/2) akan bergerak mixed dengan kecenderungan menurun pada rentang pergerakan di kisaran 6.605--6.572.
Fajar Sidik | 19 Februari 2018 08:55 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (21/11). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Profindo Sekuritas memprediksi IHSG pada hari ini, Senin (19/2) akan bergerak mixed dengan kecenderungan menurun pada rentang pergerakan di kisaran 6.605--6.572.

Bursa Amerika ditutup mixed pada perdagangan Jumat lalu dengan Indeks Dow +0.08%, S&P 500 +0.04% dan Nasdaq -0.23%. Pada perdagangan siang waktu setempat, Indeks sempat turun ditekan isu politik mengenai kasus campur tangan Rusia pada pemilu AS di tahun 2016 atas kasus intervensi pemilihan presiden.

Namun, Indeks kembali naik didorong rilis data ekonomi AS yang membaik yaitu izin pendirian bangunan AS di bulan Januari naik menjadi 1,39 juta (+7.4% MoM) lebih besar dari estimasi 1,29 juta (-0.2% MoM), tingkat ekspor naik 0,8% MoM lebih besar dari estimasi 0,3% MoM, dan impor naik 1% MoM lebih besar dari estimasi 0,6 % MoM.

Bursa Eropa ditutup menguat didorong laporan kinerja perseroan yang meningkat. Disamping itu, rilis data ekonomi tingkat penjualan ritel di Inggris pada bulan Januari meningkat 1% lebih besar dari estimasi 0,6% turut mendorong kenaikan Indeks. Indeks FTSE 100 +0.83%, Stoxx600 +1.09%, CAC 40 +1.13% dan Dax +0.86%.

Harga minyak mentah dunia ditutup menguat dikarenakan Uni Emirate Arab yang di pimpin oleh Arab Saudi bersama Rusia akan bekerja sama merancang kesepakatan aliansi jangka panjang untuk mendukung kenaikan harga minyak. Pergerakan harga juga muncul akibat permintaan minyak dari Asia meningkat. Impor minyak India meningkat 4,93 juta barel per hari per Januari.

IHSG ditutup turun tipis pada perdagangan Kamis kemarin ditekan oleh melemahnya lima sektor terutama sektor aneka industri -0.94%, dan keuangan -0.48%. disamping itu, rilis data neraca perdagangan Indonesia tercatat defisit sebesar 0,68 miliar dollar AS. Defisit tersebut disebabkan oleh penurunan surplus neraca perdagangan nonmigas yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan defisit neraca perdagangan migas.

Asing kembali membukukan net sell sebesar Rp 252 miliar di seluruh pasar dengan saham INCO dan BBCA menjadi net top seller sedangkan saham SMMA dan PGAS menjadi net top buyer.

Indeks membentuk bearish meeting line yang mengindikasikan potensi bearish reversal. Namun indeks masih tertahan diatas MA5 dan middle Bollingerband. Indikator stochastic menunjukkan adanya kemungkinan deadcross dengan momentum RSI bergerak turun dasn MFI flat.

Kami perkirakan indeks kemungkinan akan bergerak mixed cenderung tertekan. IHSG cenderung bergerak turun dengan resistance 6605 dan suport 6572.

Saham yang dapat diperhatikan adalah:

  • TINS (buy)
  • BJBR (buy)
  • ERAA (buy)
  • INKP (buy)
  • ITMG (buy)
  • KBLI (buy)

(DISCLAIMER ON)

Tag : rekomendasi saham
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top