Reliance Sekuritas: IHSG Mixed Tertekan, Berikut Saham Pilihan Hari Ini

IHSG diperkirakan bergerak kembali mixed tertekan pada awal pekan ini dengan rentang pergerakan 6.558--6.645
Fajar Sidik | 19 Februari 2018 06:35 WIB
Pengunjung mengambil gambar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (22/1). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- IHSG diperkirakan bergerak kembali mixed tertekan pada awal pekan ini dengan rentang pergerakan 6.558--6.645.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi menjelaskan mayoritas indeks saham di Asia ditutup menguat. Indeks Nikkei (+1.47%), TOPIX (+0.97%), HangSeng (+1.97%), CSI300 (+0.80%) dan KOSPI (+1.11%) ditutup menguat signifikan menjelang tahun baru Imlek.

Meskipun nilai tukar yen memperpanjang kenaikan saat USD merangkak turun kelevel terendah empat tahun. Ekuitas Hong Kong menutup tiga hari terbaik mereka dalam lebih dari dua tahun menjelang liburan Tahun Baru Imlek

IHSG (-0.04%) ditutup turun tipis -2.82 poin dilevel 6591.58 dengan sektor Industri Dasar (1.61%) dan pertambangan (+1.06%) memimpin penguatan sedangkan sektor industri dasar (-0.94%) menjadi penekan IHSG. Saham IPO BOSS (+50%) memimpin penguatan saham pertambangan.

Neraca perdagangan Indonesia rilis defisit $0.68 Miliar dengan Import yang tumbuh signifikan 26.44% dari 18.08% diperiode sebelumnya sedangkan Export diangka 7.86% dari 7.3% pada periode sebelumnya menjadi salah satu faktor penahan hingga menekan pergerakan IHSG pada perdagangan terakhir pekan ini.

Investor asing tercatat net sell 252.90 Miliar rupiah dengan saham BBRI terjual secara net value sebesar 86.41 Miliar rupiah.

Indeks Eurostoxx (+1.21%), FTSE (+0.66%) dan DAX (+0.95%) dibuka optimis memberikan signal bullish pada mayoritas indeks global setelah penguatan ekuitas di Asia pada perdagangan hari ini.

Emiten tambang energy dan logam memimpin penguatan setelah harga komoditasnya rebound. Pada pekan depan bursa saham di tiongkok mengalami libur tahun baru imlek sedangkan diawal pekan investor akan terfokus pada data komposisi neraca perdagangan di Jepang dan neraca perdagangan di zona Eropa.

Pergerakan IHSG secara teknikal membentuk pola bearish meeting line dengan indikasi pelemahan jangka pendek menguji kembali level support MA20 dan MA5. Potensi pelemahan diperkuat oleh indikator Stochastic yang telah tiba pada level jenuh beli dengan indikasi kuat dead-cross dan Momentum tertahan pada MA dari Indikator RSI.

Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak kembali mixed tertekan diawal pekan dengan range pergerakan 6558-6645. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya ITMG, ROTI, ELSA, INKP, MEDC, PTRO, SMBR.

(Disclaimer on)

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top