Harga Minyak Brent Hampir Sentuh US$70

Harga minyak mentah memanas seiring dengan rencana pertemuan antara OPEC dan non-OPEC untuk membahas kelanjutan perjanjian pemangkasan produksi.
Hafiyyan | 13 Januari 2018 10:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Harga minyak mentah memanas seiring dengan rencana pertemuan antara OPEC dan non-OPEC untuk membahas kelanjutan perjanjian pemangkasan produksi.

Pada penutupan perdagangan Jumat (12/1/2018) waktu setempat atau Sabtu pagi WIB, harga minyak WTI kontrak teraktif Februari 2018 naik 0,50 poin atau 0,78% menjadi US$64,30 per barel. Adapun minyak Brent kontrak teraktif Maret 2018 meningkat 0,61 poin atau 0,88% menuju US$69,87 per barel.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak menyampaikan, OPEC dan non-OPEC akan membahas soal pemangkasan produksi pada 21 Januari 2018. Ada kemungkinan mereka bisa keluar dari kesepakatan karena harga minyak sudah memanas.

"Kita melihat suprlus pasar memang menurun. Namun pasar belum seimbang sepenuhnya," paparnya seperti dikutip dari Reuters hari ini Sabtu (13/1/2018).

Perjanjian OPEC dan non-OPEC yang dimaksud ialah kedua belah pihak menyepakati pengurangan produksi minyak sebesar 1,8 juta barel per hari (bph) sepanjang 2018. Perjanjian ini melanjutkan kesuksesan yang berlangsung pada tahun lalu.

Komentar Novak kemudian memanaskan harga. Minyak Brent pada perdagangan Kamis (11/1/2018) mencapai US$70 per barel untuk pertama kalinya sejak Desember 2014.

Kepala International Energy Agency Fatih Birol menuturkan, harga minyak di kisaran US$65-US$70 berisiko meningkatkan pasokan dari minyak shale AS.

Robert Yawger, director of energy futures Mizuho di New York mengatakan, momentum seperti ini menimbulkan anggapan harga minyak sudah overbought. Kendati demikian, masih ada sejumlah isu yang mendukung pasar.

 

Sumber : reuters

Tag : Harga Minyak
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top