Rupiah Pekan Depan Menguat, Lepas Dolar atau Emas?

Mata uang rupiah berpotensi menguat terbatas di dalam rentang Rp13.340--Rp13.400 pada pekan depan seiring dengan pelemahan dolar AS.
Hafiyyan | 13 Januari 2018 10:20 WIB
Petugas menghitung pecahan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing, di Jakarta. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA—Mata uang rupiah berpotensi menguat terbatas di dalam rentang Rp13.340—Rp13.400 pada pekan depan seiring dengan pelemahan dolar AS.

Pada penutupan perdagangan Jumat (12/1/2018), mata uang rupiah menguat 47 poin atau 0,35% menjadi Rp13.353 per dolar AS. Ini merupakan level tertinggi sejak 25 September 2017 di posisi Rp13.325 per dolar AS.

Senior Research and Analyst Asia Trade Point Futures (ATPF) Andri Hardianto menyampaikan, penguatan rupiah disebabkan melemahnya dolar AS. Greenback mengalami tekanan besar setelah China berencana mengurangi kepemilikan obligasi pemerintah AS.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pelaku pasar melepas aset keuangan berdenominasi dolar AS. Tekanan dolar juga bertambah karena pasar pesimis terhadap laju inflasi AS.

Biro Statistik AS pada Jumat waktu setempat melaporkan iingkat inflasi AS pada Desember 2017 hanya naik 0,1% month on month (mom). Angka itu turun dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,4% mom.

Sementara itu, indeks dolar AS turun 0,878 poin atau 0,96% menuju 90,974 pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat atau Sabu pagi WIB.

"Sebaliknya, di tengah pelemahan dolar AS, sejumlah rilis data ekonomi Indonesia seperti cadangan devisa justru menunjukkan hasil positif. Sentimen internal dibandingkan eksternal yang lebih baik menguatkan rupiah," ujarnya kepada Bisnis.com, Jumat (12/1/2018).

Pada pekan depan, rupiah diperkirakan menguat terbatas karena adanya tekanan rilis data inflasi AS. Ada kemungkinan pelaku pasar kembali beralih membeli dolar AS.

Namun demikian, kondisi makro ekonomi Indonesia masih solid. Andri memprediksi pekan depan rupiah bergerak di dalam rentang Rp13.340—Rp13.400 per dolar AS.

Saat dolar AS melemah, harga emas ternyata terus melejit. Dengan demikian pekan depan adalah momentum untuk melepas dolar AS dan emas. Apakah keduanya dilepas bareng atau emas ditahan dulu ke level tertinggi? 

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top