Tahun Lalu, Kontribusi Reksa Dana Syariah Tembus 6,19%

Kontribusi reksa dana syariah terhadap industri reksa dana sudah menembus 6,19% pada akhir 2017 dan diprediksi akan terus meningkat pada tahun ini.
Tegar Arief | 11 Januari 2018 20:15 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—Kontribusi reksa dana syariah terhadap industri reksa dana sudah menembus 6,19% pada akhir 2017 dan diprediksi akan terus meningkat pada tahun ini.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total nilai aktiva bersih (NAB) atau dana kelolaan reksa dana syariah pada akhir tahun lalu menembus Rp28,31 triliun atau berkontribusi sebesar 6,19% dari total dana kelolaan industri reksa dana yang mencapai Rp457,51 triliun. Pada penghujung 2016, kontribusi reksa dana syariah baru 4,40%.

Adapun total dana kelolaan reksa dana syariah yang senilai Rp28,31 triliun, naik hingga 89,87% dibandingkan dengan pencapaian 2016 yang senilai Rp14,91 triliun. Kemudian, jumlah produk reksa dana hingga akhir tahun lalu sebanyak 181 produk atau meningkat 33,08% dibandingkan dengan akhir 2016 yang sebanyak 136 produk.

Produk reksa dana syariah diprediksi terus bertambah pada tahun ini. Presiden Direktur Indo Premier Investment Diah Sofiyanti mengatakan peningkatan kontribusi reksa dana syariah tersebut seiring dengan meningkatnya minat investor dan semakin banyaknya produk syariah yang ditawarkan.

“Minat masyarakat semakin meningkat, baik secara langsung maupun melalui produk-produk asuransi syariah yang nantinya akan ditempatkan di reksa dana syariah. Bertambahnya produk reksa dana syariah juga menjadi alasan peningkatan tahun lalu itu ” katanya saat dihubungi Bisnis, Kamis (11/1/2018).

Head of Investment Avrist Asset Management Farash Farich menambahkan, peningkatan nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana syariah pada tahun lalu disebabkan oleh performa surat utang negara yang cukup positif.

Sementara itu, pasar saham kurang membantu. Pasalnya indeks saham syariah hanya naik sebesar 9%, kalah jauh dibandingkan dengan indeks konvensional yang naik cukup tajam. “Tumpuannya di sukuk pada tahun lalu,” kata dia.

Adapun dari sisi minat masyarakat, menurutnya reksa dana syariah masih belum menjadi prioritas instrumen investasi. Reksa dana konvensional dan pasar saham masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam upaya mengembangkan uangnya.

Namun bukan berarti prospek reksa dana syariah melesu. Dia memprediksi, pada tahun ini tren peningkatan masih akan berjalan. Salah satu yang menopang adalah reksa dana saham syariah. Adapun, sektor yang akan menjadi pengerek utama adalah barang konsumsi dan ritel, yang merupakan konstituen utama dalam indeks saham syariah.

Tag : reksa dana
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top