Pengurangan Stimulus BoJ Dongkrak Profit Taking SUN

Aksi ambil untung dari investor di tengah Bank Of Japan mengurangi stimulus moneter mendorong terjadinya kenaikan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan kemarin, Rabu (10/1/2018).
Emanuel B. Caesario | 11 Januari 2018 07:48 WIB
Ilustrasi - www.hennionandwalsh.com

Bisnis.com, JAKARTA - Aksi ambil untung dari investor di tengah Bank Of Japan mengurangi stimulus moneter mendorong terjadinya kenaikan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan kemarin, Rabu (10/1/2018).

I Made Adi Saputra, fixed income analyst MNC Sekuritas, mengatakan bahwa Jepang mulai mengurangi stimulus moneter. BOJ memangkas pembelian obligasi negara sekitar ¥10 miliar untuk tenor antara 10-25 tahun dan ¥10 miliar untuk tenor di atas 25 tahun.

"Rencana ini mendorong imbal hasil surat utang global maupun surat utang negara regional mengalami kenaikan kecuali surat utang Jepang," ungkap Made dalam riset harian, Kamis (11/1/2018).

Perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 1 - 9 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) naik berkisar antara 3 - 8 bps dengan harga turun hingga sebesar 30 bps.

Adapun secara teknikal, harga SUN terlihat mengalami perubahan tren dari tren kenaikan menjadi tren penurunan.

"Pada perdagangan hari ini [Kamis (11/1/2018)] kami perkirakan harga SUN masih akan bergerak bervariasi didorong menguatnya nilai tukar rupiah serta masih berlanjutnya dampak dari rencanya BOJ," ungkap Made.

Sejumlah seri yang direkomendasikan Made untuk ditransaksikan hari ini yakni seri FR0069, FR0053, FR0061, FR0073, FR0058, dan FR0068.

Tag : Obligasi
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top