BUMN Dorong Digitalisasi Pertanian

Kementerian Badan Usaha Milik Negara mendorong digitalisasi sistem pertanian untuk meningkatkan keuntungan petani.
M. Nurhadi Pratomo | 11 Januari 2018 10:42 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno (dari kanan), bersama Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, dan Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya melakukan peletakan batu pertama perbaikan Jembatan Abrasi, di Kelurahan Sumber Jaya, Kota Bengkulu, Kamis (23/11). - JIBI/Novita Sari Simamora

Bisnis.com, INDRAMAYU — Kementerian Badan Usaha Milik Negara mendorong digitalisasi sistem pertanian untuk meningkatkan keuntungan petani.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menjelaskan bahwa kewirausahaan dan digitalisasi sistem pertanian diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan seperti insentif petani yang selama ini tidak tepat sasaran.

“Selama ini komoditas pangan diproduksi secara terpecah- pecah dengan luas lahan yang kecil sehingga produksi pangan tidak produktif. Melalui penerapan digitalisasi sistem dan korporatisasi pertanian, BUMN hadir untuk mendorong peningkatan produktivitas pangan dan kesejahteraan petani kecil,” ujarnya di Indramayu, Jawa Barat, Kamis (11/1/2018).

Peran digitalisasi, sambungnya, dapat dikumpulkan informasi lebih akurat mengenai luas lahan bekerja petani, masa panen, hingga poses pasca produksi. Kementerian BUMN bersama jajaran perusahaan pelat merah merancang sistem digitalisasi selama hampir 10 bulan.

Rini mengatakan Indramayu menjadi pilot project program digitalisasi pertanian. Pasalnya, meski terkenal sebagai daerah subur masih banyak petani yang belum sejahtera.

“Saya bicara dengan Presiden Joko Widodo bagaimana mensejahterakan petani, memberikan satu sistem atau dukungan sehingga dapat membentuk wirausaha petani. Petani tidak hanya sebagai penanam padi tetapi wirausaha yang unggul,” paparnya.

Digitalisasi sistem pertanian oleh kelompok tani (poktan) diinisiasi oleh PT Telkom Tbk. bekerjasama dengan Pemerintah Daerah melalui empat siklus tahap yaitu pratanam dengan penerapan asuransi usaha tani dan kredit usaha rakyat yang merupakan wujud sinergi PT Jasindo, PT Askrindo dan Himpunan Bank Negara (Himbara). Selanjutnya, tahap Tanam dengan penyediaan benih, distribusi pupuk, dan pendampingan yang merupakan wujud sinergi PT Pupuk Indonesia, PT Pertani, PT SHS, dan PT PNM.

Kemudian, tahap Panen dengan penyimpanan hasil panen dan resi gudang dari PT Pegadaian. Terakhir, tahap Pasca Panen dimana pada tahapan ini dilakukan penjualan dan distribusi hasil tani yang merupakan wujud sinergi Perum Bulog dan PT Pupuk Indonesia Pangan.

Tag : bumn
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top