Sektor Teknologi Melemah, Indeks Kospi Loyo

Indeks saham acuan Korea Selatan tersebut berakhir melemah 0,42% atau 10,48 poin di level 2.499,75, walaupun dibuka dengan penguatan 0,24% atau 6,10 poin di 2.516,33.
Aprianto Cahyo Nugroho | 10 Januari 2018 15:19 WIB
Bursa Kospi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Kospi melanjutkan pelemahannya pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (10/1/2018).

Indeks saham acuan Korea Selatan tersebut berakhir melemah 0,42% atau 10,48 poin di level 2.499,75, walaupun dibuka dengan penguatan 0,24% atau 6,10 poin di 2.516,33.

Pada perdagangan sebelumnya, Selasa (9/1), indeks ditutup melemah 0,12% atau 3,05 poin ke level 2.510,28..

Sebanyak 448 saham menguat, 268 saham melemah, dan 52 saham stagnan dari 768 saham yang diperdagangkan di indeks Kospi pada akhir perdagangan hari ini.

"Kospi tidak memiliki momentum pertumbuhan yang kuat karena analis memiliki ekspektasi rendah terhadap pendapatan kuartal keempat," kata Jeong, seorang analis di Meritz Securities, seperti dikutip Yonhap News Agency.

 "Dengan harga chip memori yang mendekati puncak, prospek produsen chip tidak sebaik tahun lalu. Industri perkapalan juga diperkirakan merilis laporan kuartal yang mengecewakan,” lanjutnya.

Perusahaan teknologi berkapitalisasi besar memperpanjang kerugian mereka karena nilai tukar mata uang asing dan kenaikan pasokan chip menimbulkan kekhawatiran atas prospek ekspor mereka.

Saham Samsung Electronics turun 3,13% ke 2.442.000 won setelah membukukan laba operasional yang lebih rendah dari perkiraan pada kuartal keempat hari Senin. Produsen chip SK hynix merosot 5,2% menjadi 72.800 won per saham.

Sejalan dengan indeks Kospi, nilai tukar won berakhir terdepresiasi 0,44% atau 4,66 poin di 1.071,80 per dolar AS.

Pergerakan Indeks KOSPI

Tanggal

Level

Perubahan

10/1/2018

2.499,75

-0,42%

9/1/2018

2.510,23

-0,12%

8/1/2018

2.513,28

+0,63%

5/1/2018

2.497,52

+1,26%

4/1/2018

2.466,46

-0,80%

 Sumber: Bloomberg

Tag : bursa korsel
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top